Bos Holding BUMN Asuransi Minta Anak Usaha Jangan 'Manja' Andalkan Penugasan

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 28 Apr 2021 12:24 WIB
Logo baru Kementerian BUMN/Screenshot video
Foto: Logo baru Kementerian BUMN/Screenshot video
Jakarta -

Holding BUMN asuransi yaitu Indonesia Financial Group (IFG) telah diluncurkan. Holding tersebut saat ini membawahi 9 BUMN yang bergerak di industri jasa keuangan non bank.

Dalam peluncurannya, Direktur Utama IFG Robertus Billitea memberikan pesan kepada 9 anak usahanya agar meningkatkan produktivitas. Dalam hal ini, ia meminta anak usahanya tidak hanya menanti penugasan pemerintah.

"Maka beberapa anak usaha kami yang saat ini mendapatkan luxuries dari pemerintah, diberikan penugasan ini kami dorong supaya bisa mulai menawarkan produk-produk lain," kata Robertus dalam IFG Progress Launching yang digelar virtual, Rabu (28/4/2021).

Ia mengatakan, anak usahanya harus bisa menciptakan produk baru yang bisa diterima di pasar. Dengan demikian, anak usahanya tetap bisa berdiri apabila nantinya penugasan dari pemerintah berkurang.

"Kita juga harus berpikir strategi, kalau kemudian penugasan-penugasan pemerintah itu pada satu titik dikurangi, maka kita sebenarnya sudah harus bisa survive untuk berkompetisi di market," tegas Robertus.

Pihaknya sendiri sudah membentuk kelompok kerja (Pokja) di dalam holding yang nantinya akan mendorong pengembangan produk dari anak usaha. Selain itu juga, Polka akan memberikan arahan untuk memperkuat tata kelola dan risk management, serta aktuaria.

"Kami memang masih punya challenge untuk secepatnya mengimplementasikan guideline-guideline yang kami buat. Karena kami yakin sejak awal, pendapatan yang kita peroleh, top line yang kita peroleh itu sebenarnya tidak sustain dengan tata kelola yang baik," pungkasnya.

Sebagai informasi, berikut 9 anak usaha IFG:
1. PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo)
2. PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo)
3. PT Jasa Raharja
4. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo
5. PT Bahana Sekuritas
6. PT Bahana TCW Investment Management
7. PT Bahana Artha Ventura
8. PT Grahaniaga Tata Utama
9. PT Bahana Kapital Investa.

Lihat juga video 'Blak-blakan Sekjen Gapensi, BUMN Serakah hingga Vendor Bangkrut':

[Gambas:Video 20detik]



(vdl/zlf)