Pertama Kali Hadir di Bogor, BTS Bakal Pakai Bus Listrik?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 28 Apr 2021 12:53 WIB
Salah satu unit bus listrik terparkir di Depo PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Cawang, Jakarta Timur, Senin (22/3). PT Transjakarta sebagai regulator rencananya akan mengoperasikan sebanyak 30 unit bus listrik pada saat ulang tahun Kota Jakarta bulan Juni mendatang dari target 100 unit yang akan dioperasikan
Ilustrasi/Foto: Dedy Istanto
Jakarta -

Kota Bogor akan menjadi kota pertama di kawasan Jabodetabek yang akan mengembangkan skema penyediaan transportasi umum buy the service alias BTS. Skema ini rencananya akan mulai dijalankan di bulan Juni mendatang.

Di sisi lain, saat ini dalam penyediaan transportasi umum, moda yang ramah lingkungan banyak didorong berbagai pihak. Misalnya, penggunaan bus listrik. Lalu apakah BTS di Bogor akan menggunakan bus listrik?

Menurut Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana Pramesti, sejauh ini pihaknya belum mewajibkan operator yang mau berpartisipasi untuk menggunakan bus listrik. Memang, dia mengatakan baiknya penggunaan bus ramah lingkungan itu sudah mulai dilakukan, namun dia menilai investasinya masih cukup besar.

"Apakah nanti pakai bus listrik? kita sudah bikin TOR atau spesifikasi, tapi ini tergantung si pemainnya apakah peserta lelangnya memang pakai bus listrik. Memang lebih baik pakai bus listrik, tapi kami belum bisa memaksa untuk pakai bus listrik saat ini karena investasinya besar," ungkap Polana dalam Webinar Layanan Buy the Service Bogor, Rabu (28/4/2021).

Skema buy the service sendiri adalah penyediaan transportasi umum dengan cara pembiayaan layanan yang dilakukan oleh pemerintah ke operator penyedia transportasi, umumnya berupa bus. Pemerintah tak perlu melakukan pengadaan moda transportasi, cukup dengan membayarkan 100% layanan operasional yang dilakukan oleh operator.

Skema ini sebelumnya sudah dilakukan di lima kota yang ada di Indonesia dan diinisiasi oleh Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub. Mulai dari Yogyakarta, Solo, Medan, Palembang, dan Denpasar.

Di Jabodetabek sendiri, inisiasi buy the service akan dilakukan oleh BPTJ. Kota Bogor jadi yang pertama dan akan menjadi wilayah percontohan.

Di sisi lain, Wali Kota Bogor Bima Arya sendiri sebetulnya sudah mengungkapkan keinginan pemerintah daerah agar bus buy the service di Bogor bisa menggunakan bus listrik. Dia mengungkapkan ganjalan penggunaan bus listrik adalah anggarannya yang cukup mahal.

"Keinginan Kota Bogor untuk menggunakan green energy, maka harusnya pakai bus listrik. Bus-bus awal kita ingin sekali dalam buy the service ini pakai bus listrik gitu. Memang ada konsekuensi ke penganggaran, tapi kita coba sedang otak atik ini," ujar Bima Arya dalam acara yang sama.

Rencananya, akan ada 75 bus buy the service yang beroperasi di Kota Bogor. Nantinya bus-bus ini akan beroperasi secara gratis selama masa uji coba, pengoperasian bus buy the service ini rencananya akan dimulai bulan Juni mendatang.

Adapun rencananya 75 bus ini akan melalui 6 koridor rute sebagai berikut:
a. Terminal Bubulak-Yasmin-Warung Jambu-Baranangsiang/Cidangiang
b. Terminal Bubulak-Stasiun Bogor-Kebun Raya Bogor-Baranangsiang/Cidangiang-Ciawi
c. Terminal Bubulak-Stasiun Bogor-Kebun Raya Bogor-Suryakencana/Empang-Sukasari Lawang Gintung-Ciawi
d. Ciawi-Baranangsiang/Cidangiang-Kebun Raya Bogor-Warung Jambu Pomad/Ciparigi
e. Ciparigi-Stasiun Bogor
f. Parung Banteng-Warung Jambu via R3

Simak juga video 'DKI Targetkan TransJakarta Pakai Bus Listrik pada 2030':

[Gambas:Video 20detik]



(hal/eds)