Pandemi Bukan Hambatan Tangkap Peluang Bisnis Ramadhan, Ini Tipsnya

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 28 Apr 2021 11:23 WIB
Bisnis online
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Tahun lalu menjadi masa yang penuh tantangan dengan merebaknya pandemi COVID-19, di mana masyarakat terpaksa beradaptasi terhadap keadaan new normal yang membatasi segala bentuk interaksi. Termasuk saat momen penting seperti Ramadhan. Namun, tahun ini menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Indonesia dalam menjalankan ibadah di bulan suci.

Berbagai aktivitas, termasuk yang bertujuan mempererat silaturahmi selama Ramadhan, dituntut harus dapat dilakukan di mana dan kapan saja. Peluang bisnis di bulan Ramadhan pun meningkat karena semua berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan terhadap sesama, tidak hanya dengan keluarga dan rekan terdekat.

Layanan penjualan dan pengiriman barang dan jasa harus beradaptasi dengan kebutuhan konsumen lewat digitalisasi.

Selama tahun 2020, kondisi new normal membuat konsumen lebih cepat beradaptasi dengan platform digital untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurut laporan perusahaan data dan artificial intelligence, ADA, terdapat peningkatan hingga 90 terhadap penggunaan internet, e-commerce, serta pembayaran digital di Indonesia selama masa pandemi.

Peningkatannya pun semakin signifikan saat bulan Ramadhan.

Selain itu, terlihat juga peningkatan pengeluaran untuk kebutuhan hobi atau kesenangan pribadi konsumen, seperti melalui platform edukasi online, pembelian produk olahraga atau gaming, serta bermacam perabotan rumah.

Berbagai pelaku bisnis pun semakin banyak berjualan secara online dan mengirimkan produk melalui layanan delivery, ditunjukkan oleh peningkatan pada pengiriman makanan, belanjaan, donasi, obat, dan produk lainnya.

Tren peningkatan penjualan dan pengiriman secara online menjadi salah satu indikasi besarnya minat masyarakat dalam berbagi dan menyebar kebaikan dengan sesama khususnya selama Ramadhan.

M Feriadi, ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) menyatakan adanya tren kenaikan pengiriman barang berupa parsel, khususnya selama lebaran. Tren pengiriman sudah menjadi budaya saat menjelang Ramadhan, dikarenakan adanya larangan mudik dan social distancing yang mendorong masyarakat untuk saling bertukar hadiah dengan mengirim parsel atau hampers lebaran.

Sesuai dengan data perubahan perilaku konsumen, pelaku bisnis perlu beradaptasi dan mempercepat optimalisasi digital untuk memenuhi kebutuhan konsumen dalam
berbagi kebaikan, dari mana saja dan untuk siapa saja, meski jarak memisahkan.

Berbagai layanan pun semakin ditingkatkan untuk memberi kemudahan berbelanja dan perlindungan bagi para pelanggan, seperti melalui pengiriman hadiah, penawaran
opsi parsel/hampers, promo belanja, portal/servis online, dan sebagainya.

Dengan digitalisasi yang sudah mulai dikembangkan sejak setahun lalu, pelaku bisnis harus melakukan market research yang lebih komprehensif untuk memastikan jenis layanan
yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

"Digitalisasi tidak bisa dihindari, kita bisa jadikan ini competitive advantage yang memberi nilai tambah bagi bisnis kita atau sebaliknya, semua ada di tangan masing-masing. Strategi pemasaran yang tepat tentu mengacu pada target market yang dituju serta insight di dalamnya. Dari sini, pelaku bisnis dapat mengembangkan positioning dan diferensiasi yang tepat untuk membangun brand. Setelah itu, dapat dirancang strategi taktikal, program, dan media sehingga semakin tepat sasaran," ujar Rex Marindo, pengusaha serta Founder & CEO foodizz.id.

Mempelajari dan kemudian menggunakan digital tools merupakan pilihan wajib saat ini, dan para pelaku harus semakin memperbarui teknologinya. Pelaku bisnis dapat membentuk tim internal atau agency untuk membantu adopsi dan transformasi digital.

Sebagai contoh, penggunaan teknologi omnichannel untuk membuat alternatif revenue yang tidak hanya tergantung dengan satu atau dua channel. Setelah mengutamakan upaya digitalisasi, pelaku bisnis dapat menjadikan masa Ramadhan sebagai kesempatan memperkuat nilai dan tujuan perusahaan.

Rex pun menambahkan bahwa untuk meningkatkan semangat bulan suci, pelaku bisnis sepatutnya menjadikan "berbagi" sebagai bagian dari tujuan perusahaan, sehingga tidak harus selalu menunggu bulan Ramadhan atau bulan spesial lainnya untuk menyebarkan kebaikan.

"Setiap hari adalah saat yang tepat untuk menyebarkan kebaikan. Seperti halnya di Foodizz, menyebarkan ilmu sudah menjadi purpose utama kami sehingga setiap hari kami berkomitmen untuk bisa berbagi ilmu bisnis kuliner melalui berbagai platform seperti artikel www.foodizz.id/blog, Foodizz Youtube Channel, Podcast, mentoring, dan sebagainya," tambah Rex.

Pelaku bisnis juga dapat menjalankan kampanye atau program Ramadhan, sehingga konsumen dapat merasa terlibat dalam visi perusahaan serta mendapatkan keuntungan sebagai pelanggan.

Sebagai perusahaan asuransi global terdepan, Allianz menjalankan kampanye #AwaliDenganKebaikan. Melalui kampanye Ramadhan ini, Unit Usaha Syariah, PT Asuransi Allianz Indonesia (Allianz Life Syariah) berupaya memaksimalka layanannya dengan turut mengajak untuk berbuat kebaikan dan saling tolong menolong dengan sesama.

"Selama bulan suci, banyak sekali tindakan yang dapat bernilai kebaikan sedekah, seperti misalnya mendampingi dan membantu keluarga atau bahkan sesederhana memberikan senyuman kepada orang lain. Allianz Life Syariah menebarkan semangat melakukan kebaikan ini melalui berbagai aktivitas serta produk yang dapat menunjang kenyamanan, kesehatan, serta perlindungan nasabah. Hal ini kami gencarkan dalamkampanye #AwaliDenganKebaikan," jelas Yoga Prasetyo, Pimpinan Unit Usaha Syariah Allianz Life Indonesia.

Kampanye #AwaliDenganKebaikan terdiri dari berbagai opsi yang dirancang bertepatan dengan semangat di bulan suci Ramadhan. Beberapa produk yang ditawarkan yaitu Allisya Protection Plus untuk perlindungan yang berasal dari urunan dan ditujukan bagi peserta Allianz Syariah; Payor Benefit yang memastikan perlindungan asuransi bagi anak; Surgical Care Premier X yang menjamin ketersediaan layanan kesehatan; dan Flexi Critical Illness yang memberi perlindungan terhadap penyakit kritis.

Allianz juga berupaya melancarkan layanan melalui berbagai portal online, seperti eAZy Cover, eAZy Connect, serta Allianz Smart Point.

"Tahun ini, sebagai bagian kampanye #AwaliDenganKebaikan, kami juga melakukan aktivasi melalui #1000SenyumKebaikan, yang mengajak para peserta untuk membantu sesama dengan mengunggah foto senyum tulus mereka di media sosial. Senyum ini akan didonasikan menjadi bantuan edukasi, asupan gizi dan kesehatan bagi balita, ibu hamil dan lansia. Tidak hanya melalui produk, kami juga melibatkan setiap nasabah untuk terus berbagi kebaikan walau hanya lewat senyuman di bulan suci ini," tutup Yoga.

(dna/dna)