Eks Pegawai Resto Raup Ratusan Juta/Bulan dari Kuliner Emperan

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 27 Apr 2021 07:30 WIB
Tunqu Nangkring
Foto: Dok Foto: Aries Setyawan dari @ariesskuliner)
Jakarta -

Kisah Trias Agung Wibowo mungkin bisa menginspirasi. Trias tadinya adalah seorang pegawai di sebuah resto ternama di DKI Jakarta. Ia kemudian nekad meninggalkan Ibu Kota dan banting setir menjadi pengusaha emperan.

Tapi, siapa sangka, usahanya kini membawa kesuksesan buat Trias dan keluarga. Sebab, bisnis emperannya itu bisa mendatangkan omzet ratusan juta rupiah per bulannya.

"Kalau lagi ramai banget bisa sampai Rp 200 juta per bulan. Kalau rata-ratanya ya antar Rp 100-150 juta per bulan," ujar Trias kepada detikcom, Senin (26/4/2021).

Adapun usaha yang dijalankan Trias bukan usaha emperan biasa. Menu utama yang dijajakan pun jauh dari menu-menu emperan yang biasa kita temui di jalanan. Bisnis emperan yang dijalankan Trias menjajakan Italian Pizza dengan harga miring antara Rp 33 ribu - Rp 45 ribu, tapi kualitasnya tak kalah dengan yang dijual di resto-resto. Bisnis emparan itu diberi nama Tunqu Nangkring yang terletak di Jl. Pangeran Mangkubumi, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Trias pun menceritakan asal mula tercetus ide buat membuat bisnis unik semacam ini. Sebelum muncul konsep Tunqu Nangkring, Trias lebih dulu mencoba-coba berjualan online yang menjual berbagai aneka pasta, cake dan lain sebagainya. Akan tetapi saat itu, usahanya tersebut kurang berjalan lancar. Akhirnya, Trias kepikiran untuk mengembangkan bisnis yang lebih serius, yang belum ada di Yogyakarta.

"Saat itu kita ingin buat sesuatu yang belum ada di Yogya, saya cari-cari konsepnya, lama itu kita cari konsepnya, akhirnya nemu itu Italian Pizza dengan konsep emperan," ungkapnya.

Begitu ketemu konsep pizza emperan bukan berarti usahanya tersebut langsung sukses. Pada saat pertama kali dikembangkan, Tunqu Nangkring dibuka di lahan kecil yang dirasa kurang efektif. Padahal, konsep utama Tunqu Nangkring adalah menonjolkan proses pembuatan pizza dengan tungku tradisional yang ukurannya tidak kecil. Trias sengaja ingin menonjolkan tungku tersebut selain sebagai ikon bisnis emperannya sekaligusnya bagian dari layanan kepada pelanggan, memastikan pizza yang disajikan fresh from the oven.

"Sekitar setengah tahunan kita merintisnya itu sangat berat, susah awal-awal itu, karena itu tadi, kita kan konsepnya emperan, buat nyari-nyari ruko yang mau ngasih halamannya segede yang kita minta itu susah, apalagi di Yogya ini," katanya.

Akhirnya, Tunqu Nangkring menemukan lahan yang pas dengan konsep yang ingin ditonjolkan.

"Ada customer dia nawarin tempat sekarang ini, jadi kita pindah sekitar 2019 akhir ke tempat sekarang ini," imbuhnya.

Dari tempat yang baru inilah, Tunqu Nangkring mulai menikmati hasil jerih payahnya. Setelah mengeluarkan modal yang tidak sedikit bahkan terbilang rugi di awal, namun akhirnya kini kerugian itu sudah tertutupi dengan dengan omzet bulanan yang terbilang menggiurkan.

"Iya sempat rugi. Saat itu awal-awal ngeluarin modal sekitar Rp 200 jutaan, itu karena beli tungkunya itu. Terus di awal-awal sebenarnya kita mau berjualan pakai mobil PW, dah sempat pesan dan bayar, minta dimodif sesuai kebutuhan, tapi orangnya kabur itu, sampai sekarang nggak bisa dihubungi. Tapi sekarang udah balik modal, jadi yaudahlah," tuturnya.

Saat ditanya soal strategi apa yang diterapkan sampai bisa seuntung sekarang, Trias menjawab singkat, disamping konsep yang unik yaitu soal kualitas.

"Kita selalu mengedepankan kualitas kayaknya bahan-bahannya memang kita kualitas yang terbaik, kayak keju, kita untuk kelasnya itu yang terbaik. Soalnya nggak bisa yang sembarangan. Kita udah coba pakai keju biasa aja, dia nggak bisa. Kita kan bakarnya di suhu 500 derajat, kalau yang biasa itu akan pecah, berminyak gitu. Jadi kita pakai keju khusus diimpor dari Prancis," sambungnya.

Demikian dengan bahan-bahan lainnya. Untuk teh saja, juga memakai teh berkualitas terbaik yang bisa di-refill sepuasnya oleh pelanggan yang makan di tempat.

Selain itu, Tunqu Nangkring juga kerap memberi diskon atau giveaway bagi para pelanggan setianya. Terakhir, aktif mempromosikan dagangan serta berbagai testimoni pelanggan di media sosial.

"Ia kita sering adakan giveaway terutama di instagram ya," imbuhnya.

Simak juga 'Mengintip Racikan Bubur Goreng Bang Juna yang Raup Omzet Jutaan':

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/zlf)