Festival Ide Bisnis

Mau Mulai Bisnis Makanan? Please Baca 5 Hal Ini Dulu!

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 26 Apr 2021 16:49 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Memiliki bisnis sendiri adalah impian bagi sebagian orang, apalagi di tengah pandemi COVID-19 susah mencari lapangan pekerjaan. Jika mau berkelanjutan, dalam memulainya tidak boleh asal dan harus melalui perencanaan yang matang.

Di Festival Ide Bisnis detikcom, Senin (26/4/2021), Founder of British Propolis Ippho Santosa membagikan perencanaan dasar yang diperlukan sebelum memulai bisnis kuliner. Apa saja ya?

1. Jangan Langsung Buka Outlet

Kalau kamu baru mau memulai bisnis makanan, jangan berpikir untuk langsung membuka outlet atau toko. Hal ini untuk menghindari kerugian yang besar di awal.

"Mohon maaf kalau kita sewa tempat saja untuk 12 bulan itu cost-nya berapa, yakin nggak terjual? Yakin nggak penjualan itu bisa meng-cover semua cost? Jadi jangan sampai awal-awal muncul biaya sewa, biaya SDM, listrik, air, renovasi, ini kalau diturutin nggak abis, bisa ratusan juta lebih," kata Ippho.

Untuk mengecek minat penjual, kamu bisa coba terlebih dahulu dengan menawarkan penjualan kepada orang terdekat lewat sosial media atau WhatsApp (WA).

"Kita akalin caranya contoh teman-teman mau bisnis kuliner apa? Misalnya ayam bakar, atau ayam yang dibekukan, saran saya kenapa kita nggak coba dulu jual di grup WA yang kita kenal, di sosial media, dari situ kita bisa mengukur. Kalau sudah terjual banyak baru kita pikir soal lokasi, venue, tempat, kios, dan sebagainya," imbuhnya.

2. Jangan Bisnis Pakai Utang

Kamu yang baru mau memulai bisnis, lebih baik jangan pakai uang dari utang deh. Mending pakai uang seadanya dari hasil kamu menabung sendiri.

"Jadi lebih baik apa yang ada itu kita putar kalau mau selamat. Punya uang Rp 10 juta putar Rp 10 juta, uang Rp 5 juta putar Rp 5 juta, selesai. Di situ digulung dengan Rp 5 juta bisa jadi Rp 5 miliar kok tenang aja," kata Ippho.

3. Tak Harus Memproduksi

Mau memulai bisnis nggak ada modal? Tenang, di jaman sekarang berjualan bisa tanpa memproduksi yang butuh banyak modal. Kamu cukup menjual barang dari pihak lain atau menjadi droshipper dari produk yang unggul.

"Ada yang di sekitar kita kira-kira bisa dijual, silakan. Tidak haus kita produksi dulu. Jadi barang sudah ada dia jual. Andai kata rugi mungkin kecil karena kita nggak produksi," tuturnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.