Waktu Tepat Beli Emas: Pas Punya Uang, Bukan Saat Harga Turun

Nurcholis Maarif - detikFinance
Rabu, 28 Apr 2021 15:13 WIB
Karyawan menunjukan emas batangan di Butik Emas Antam, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (18/1/2021). Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Senin (18/1) berada pada posisi Rp 944.000 per gram atau turun Rp4.000 dari perdagangan akhir pekan lalu. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

Banyak orang yang akan membeli emas saat harga turun lalu akan menjualnya kembali saat harga naik. Hal itu bisa jadi salah kaprah karena emas merupakan instrumen investasi jangka panjang.

Hal itu diungkapkan Direktur Jaringan, Operasi, dan Penjualan PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan saat ditanya oleh peserta webinar 'Kelola Uang Cerdas, Gapai Momen Emas' tentang pengalamannya rugi dalam investasi emas.

"Jujur belum pernah, karena tips nabung emas, kita nabung emas itu bukan untuk trading gitu yah, meski bisa juga, tapi untuk jangka panjang," ujar Damar Rabu (28/4/2021).

"Jadi kalau udah nabung emas, atau pertanyaannya di balik, kapan sih kita beli emas? Apakah pas harga turun atau pas harga naik? Jawabannya pas punya uang," imbuhnya.

Sebab menurutnya harga dan daya beli emas cenderung stabil dan bisa untuk jangka panjang, seperti untuk pendidikan hingga membeli rumah. Jadi menurutnya investasi emas cocok untuk jangka panjang dan tidak untuk spontanitas.

"Jadi beli emas itu pas kita punya uang. Tinggal beli emas aja, kenapa? Karena kita jangan melihat beli emas naik turunnya. Oh lagi turun, naik lagi, nggak perlu. Nabung emas itu untuk jangka panjang, kita mau sekolah doktor atau beli rumah itu jangka panjang," ujarnya.

"(Jangan pikir) nanti bisa rugi, tetapi faktanya dalam jangka panjang, emas itu daya belinya stabil. Sekali lagi, kalau investasi emas itu jangka panjang, jangan hanya spontanitas," tegasnya.

Dalam webinar tersebut, Damar juga menjelaskan berbagai jenis emas yang dapat dijadikan investasi, baik dalam bentuk perhiasan, koin, hingga batangan. Selain itu, masyarakat juga perlu mengetahui karatase emas, seperti 18 karat, 20 karat, dan 24 karat.

"Perlu tahu kadar emasnya kenapa mahal, yakin nggak bener nggak 18 karat. Seringkali dijumpai di toko 18 karat faktanya beda. Lalu ada suatu toko mas hanya bisa dijual di toko tersebut karena tidak diakui," ujarnya.

Sebagai informasi, webinar bertema 'Kelola Uang Cerdas, Gapai Momen Emas' tersebut juga menghadirkan narasumber Principal Consultant & CEO ZAP Finance Prita Ghozie dan Direktur Jaringan, Operasi, dan content creator Raditya Dika.

Webinar ini merupakan rangkaian dari gelaran Pegadaian Virtual Expo yang digelar sejak 26 April hingga 28 April 2021. Puncak acara ini ditutup dengan music perform dari Brand Ambassador Pegadaian, yaitu Yuni Shara dan Reza Surya Putra serta jewelry fashion show.

(prf/hns)