ADVERTISEMENT

Tetangga Banyak Duit tapi di Rumah Aja? Jangan Langsung Dituduh Babi Ngepet!

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 28 Apr 2021 20:00 WIB
Warga heboh ingin lihat babi ngepet di Depok (Sachril/detikcom)
Foto: Warga heboh ingin lihat babi ngepet di Depok (Sachril/detikcom)
Jakarta -

Media sosial dihebohkan dengan isu babi ngepet di Depok, Jawa Barat. Dari salah satu video yang beredar, kesaksian warga menyebut ada pihak yang dicurigai babi ngepet tersebut. Seorang tetangga curiga karena orang yang dimaksud kaya raya namun selalu diam di rumah. Tetangga pun curiga bagaimana bisa mendapatkan uang banyak tapi menganggur.

Namun, kecurigaan tersebut tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Polisi pun pada hari ini menyatakan bahwa babi ngepet yang dimaksud adalah benar-benar babi. Hal itu diketahui setelah kuburan bani tersebut dibongkar.

Di era digital ini sendiri, berdiam di rumah bukan berarti tak bisa menghasilkan pendapatan. Menurut Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho, banyak peluang bisnis dan karier yang bisa dilakukan hanya dari rumah. Jadi tak bisa dituduh babi ngepet.

"Kalau ingin berbisnis dari rumah peluangnya banyak sekali. Jadi di rumah bukan berarti nggak bisa menghasilkan uang," kata Andy, Rabu (28/4/2021).'

Lantas pekerjaan apa saja menghasilkan uang dan bisa dikerjakan di rumah saja?

Jualan Online
Andy mengatakan, berjualan di lapak online adalah salah satu peluang menghasilkan uang dari rumah saja. Saat ini, untuk memperoleh bahan baku atau produk yang mau dijual pun bisa dibeli secara online, lalu dijual lagi melalui lapak online seperti media sosial, e-commerce, dan sebagainya.

"Mulai dari makanan, atau alat-alat bertanam seperti pot, itu pun bisa dikirim online.Kemudian juga pakaian. Kalau di Lebaran ini, pastinya kebutuhan untuk perlengkapan sholat, baju muslim, itu menjadi lebih tinggi," jelas Andy.

Dropship
Nah, dropship ini tak jauh berbeda dengan berjualan online. Hanya saja, dropship artinya pedagang tak perlu menyimpan stok produk terlebih dahulu, atau mengirim produk ke pembeli. Hal itu dilakukan langsung oleh produsen.

"Atau dropship, itu modalnya lebih sedikit sekali. Karena dia hanya memasarkan produknya, dia tidak perlu menyetok barang dulu, pengiriman hanya dari produsen, dia hanya bantu marketing," urainya.

Lanjut ke halaman berikutnya

Tonton juga Video: Bikin Heboh, Babi 'Ngepet' di Depok Akhirnya Dipotong Warga

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT