Sapi 'Raksasa' Jadi Alasan RI Ngebet Beli Peternakan di Belgia

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 29 Apr 2021 16:03 WIB
Belgian Blue Usia 2 bulan
Ilustrasi/Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir diketahui ingin membeli peternakan sapi di luar negeri. Hal itu dilakukan untuk memangkas impor sapi yang selama ini dilakukan Indonesia.

Direktur Utama PT RNI Arief Prasetyo Adi sebagai calon induk Holding BUMN Klaster Pangan pun angkat suara. Ia menjelaskan alasan Erick tertarik pada peternakan sapi di Belgia.

"Jadi begini Pak Menteri sudah bertemu dengan Duta Besar Belgia kemudian sudah menyampaikan untuk mencoba mencari alternatif ranch (peternakan) di Belgia, walaupun sebenarnya Pak Menteri juga membuka opportunity dari negara lain. Kenapa Belgia, karena beliau melihat ada sapi di sana namanya Belgian Blue, itu beratnya kurang lebih 900 (gram) sampai dengan 1 kg sama dengan 1,2 ton," ujar Arief dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (29/4/2021).

Sapi Belgian Blue merupakan salah satu sapi jenis unggul di dunia yang bobotnya bisa mencapai 1,5 ton dalam waktu dua tahun. Jumlah ini lebih besar dari sapi jenis Limosin yang beratnya sekitar 600-700 kg dalam waktu yang sama.

Akan tetapi, keinginan Erick tersebut kemudian masih dikaji dulu oleh PT RNI bersama Atase Pertanian di Brussel, akademisi, tokoh-tokoh pangan dan pelaku perdagangan daging sapi. Keinginan itu belum final dan masih terbuka alternatif-alternatif lainnya.

"Juga alternatif yang kita buka apabila kita membawa perusahaan-perusahaan di luar untuk masuk ke Indonesia sebagai investor apakah majority atau minority 51/49 itu bisa kita diskusikan. Misalnya Berdikari mempunyai 6.000 Ha lokasi (peternakan) di Sidrap, apakah bisa dilaksanakan, kemudian kita juga punya beberapa lokasi lain. Kemudian teknologinya dari teman-teman luar seperti Belgia, atau ke depan ada Meksiko atau Australia yang paling dekat, semua kita buka possibility-nya," paparnya.

Menurut Arief, semua alternatif-alternatif tersebut patut untuk diupayakan demi menekan impor dan kemudian harapannya bisa pula menekan harga daging di dalam negeri.

"Ini adalah terobosan-terobosan yang harus dilakukan oleh klaster pangan hari ini, problem-nya, challenge-nya itu sama setiap tahun. Tapi kita perlu terobosan-terobosan dengan kita menguasai ranch di negara penghasil sapi, misalnya," imbuhnya.

Saat ditanya lebih lanjut terkait rencana ini dan bagaimana alternatif-alternatif tersebut bisa menekan impor maupun harga daging, Arief tak menjawab lebih rinci.

Untuk diketahui, rencana membeli peternakan sapi di Belgia ini pertama kali disampaikan Erick pada acara Millenial Hub: Milenial Fest x PPI Belgia. Mulanya Erick menyampaikan keinginan tersebut ke Dubes Indonesia untuk Belgia, Andri Hadi. Nantinya, bila jadi dibeli, peternakan sapi itu akan diurus oleh perusahaan pelat merah.

(eds/eds)