Ditarget Kelar September, Apa Kabar Rencana Holding BUMN Pangan?

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 29 Apr 2021 15:22 WIB
Alih fungsi lahan sawah menjadi perumahan kian marak terjadi. Kini, sejumlah lahan mulai terancam.
Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Holding BUMN Klaster Pangan ditarget terbentuk kuartal III-2021 atau selambatnya September tahun ini. Holding ini terdiri dari 9 BUMN, antara lain PT RNI, Berdikari, Perikanan Indonesia (Perindo), Perikanan Nusantara (Perinus), Pertani, Sang Hyang Seri, PT Bhanda Ghara Reksa (BGR Logistics), Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dan PT Garam. Induk dari holding tersebut adalah RT RNI.

"Kita semua berharap ini bisa terjadi di kuartal III tahun 2021 dan ini perlu dukungan semua pihak karena pak Menteri BUMN (Erick Thohir) sudah menyampaikan dalam ratas (rapat terbatas) kepada bapak Presiden (Joko Widodo) kemudian didampingi oleh seluruh Kementerian terkait," ujar Direktur Utama PT RNI Arief Prasetyo Adi dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (29/4/2021).

Sejauh ini, sambung Arief, para BUMN terkait telah melakukan kajian-kajian dan hasil kajian-kajian tersebut telah dibahas oleh antar Kementerian terkait. Hasilnya, dalam waktu dekat ini salah satu BUMN yakni Perindo yang masih berbentuk Perum akan ditransformasikan menjadi perusahaan Persero.

"Pembahasan antar kementerian yang sudah dilaksanakan adalah pemerseroan untuk Perindo karena Perindo badan usahanya masih berbentuk perum sehingga akan diperserokan," ungkapnya.

Setelah itu, barulah dilakukan konsolidasi kesembilan BUMN tadi, lalu harmonisasi Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) terkait Holding BUMN Klaster Pangan tersebut.

"Konsolidasi holding pangan melalui proses pembahasan antar Kementerian yang selanjutnya akan dilakukan penggabungan. Jadi proses berikutnya setelah itu dilakukan harmonisasi RPP untuk PP Holding," paparnya.

Arief menyebut pihaknya telah mengupayakan berbagai upaya untuk mempercepat pembentukan holding tersebut. Di antaranya telah dibentuk Project Management Office (PMO) yang dibagi menjadi tujuh stream, bertugas untuk mengawal Project Charter percepatan pengembangan BUMN Pangan.

Ketujuh stream itu terdiri dari Portfolio Business Development and Business Integration, Finance Funding and Investment, lalu SDM, Organisasi & Budaya, Optimalisasi Aset, Supply Chain Management & IT/IRT, Legal GCG Internal Audit & Risk Management, dan Holding Strategy & Transformation.

Adapun tujuan dibentuknya Holding BUMN Klaster Pangan ini adalah untuk meningkatkan produksi bahan pokok pangan nasional. Kemudian, menjadikan Indonesia sebagai negara pengekspor pangan berkualitas.Oleh karena itu, fokus pengembangan bahan pokok pangan nasional akan dibagi-bagi ke perusahaan yang berbeda-beda. Agar hasilnya maksimal.

Sebagai contoh, untuk produksi beras, jagung, cabai merah, dan bawang merah nantinya akan menjadi tugas Sang Hyang Seri dan Pertani. Kemudian, produksi ayam dan sapi di PT Berdikari, produksi ikan di Perindo dan Perinus. Lalu, produksi gula di RNI, dan produksi Garam di PT Garam.

Selain itu, untuk storage dan distribusi nantinya akan difokuskan di BGR Logistics, untuk perdagangan atau trading oleh PPI. Sementara, untuk penjualan atau retail sales nantinya akan bekerja sama dengan peritel dan start up pangan yang sudah ada, antara lain Grab, Sayurbox, TaniHub, dan sebagainya.

(eds/eds)