Terpopuler Sepekan

Mantan Sopir Angkot Jadi Menteri Investasi Pertama RI

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 01 Mei 2021 15:25 WIB
Nadiem Makarim dan Bahlil Lahadalia resmi mengemban jabatan baru di Kabinet Indonesia Maju.
Foto: Pool/Rusman/Biro Pers Setpres
Jakarta -

Bahlil Lahadalia resmi menjadi Menteri Investasi. Pelantikan sudah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo beberapa hari lalu.

Sebelum menjadi Menteri Investasi, Bahlil merupakan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Dia merupakan seorang pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2015 - 2019.

Siapa sangka, Bahlil yang dulunya merupakan sopir angkot kini bisa menjadi menteri di era Presiden Jokowi. Bahlil lahir pada 7 Agustus 1976 dan berasal dari keluarga dengan ekonomi pas-pasan.

Ayah bahlil merupakan kuli bangunan dan ibunya adalah tukang cuci. Banyak pekerjaan dia kerjakan seperti tukang kue, kondektur sampai menjadi sopir angkot.

Sejak kecil, Bahlil memang sudah berjuang untuk memenuhi kebutuhannya membeli buku, sepatu sampai kelereng untuk bermain dengan teman-temannya.

Bahlil yang nekat ingin mengubah nasib, akhirnya Bahlil berangkat ke Jayapura untuk kuliah. Bermodalkan ijazah SMA, tiga stel baju, SIM dan kantong kresek dia mulai hidup di Jayapura.

Namun perjalanannya tak mulus. Dia luntang-lantung karena tak ada kampus yang mau menerimanya. Namun dia dikuatkan oleh ketua asrama tempat dia tinggal.
Kemudian sambil kuliah, Bahlil bekerja sebagai pendorong gerobak dan upahnya sebesar Rp 200.

Saat menjadi mahasiswa, Bahlil juga aktif sebagai aktivis, bahkan sempat keluar masuk bui karena pergerakannya. Bolak-balik bui, Bahlil merasa menderita. Dari situ lah dia mengaku sadar harus mengubah nasibnya dari orang yang miskin. Terlebih dia mengaku pernah sampai mengalami busung karena tidak bisa membeli makanan yang layak.

Kemudian dia mengawali karir di dunia keuangan. Bahlil bercerita pernah menjadi pegawai kontrak asuransi. Hingga akhirnya, dia ditawari temannya membangun perusahaan konsultan keuangan.

Dari situ dia menjalani karir mulai dari karyawan biasa. Sejak saat itulah Bahlil meneruskan karir cemerlangnya. Hingga akhirnya dia bisa menjadi CEO PT Rifa Capital dengan gaji Rp 35 juta di usia yang masih 25 tahun. PT Rifa Capital tersebut memiliki cabang di berbagai pulau di Indonesia, seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Sepak terjangnya di dunia bisnis mengantarnya meraih posisi Ketua Umum HIPMI dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-15 Desember 2015. Selama periode kampanye pemilihan umum (pemilu) tahun 2019, Bahlil masuk daftar tim sukses (timses) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Sampai akhirnya, Bahlil dilantik sebagai Kepala BKPM pada 23 Oktober 2019. Tugas lembaga yang sekarang dipimpin Bahlil memang berhubungan dengan investasi. Mengutip laman resmi BKPM, tugas pokok BKPM adalah melaksanakan koordinasi kebijakan dan pelayanan di bidang penanaman modal berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(kil/eds)