Mundur dari Jabatan, Bos Neuralink 'Cerai' dengan Elon Musk

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 02 Mei 2021 12:14 WIB
Elon Musk founder, CEO, and chief engineer/designer of SpaceX speaks during a news conference after a Falcon 9 SpaceX rocket test flight to demonstrate the capsules emergency escape system at the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Fla., Sunday, Jan. 19, 2020. (AP Photo/John Raoux)
Foto: AP
Jakarta -

Presiden Neuralink Max Hodak mengundurkan diri dari perusahaan yang dia rintis bersama Elon Musk. Namun dia tidak mengungkapkan alasan kepergiannya dari Neuralink.

Dilansir detikcom dari CNBC, Minggu (2/5/2021), pada hari Sabtu, Hodak tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar.

Salah satu pengikut Hodak di Twitter bertanya kepadanya apa selanjutnya dan dia menjawab, "Bukan Jurassic Park." Gurauan itu merujuk pada diskusi fantastis sebelumnya tentang platform mikro-blogging yang ditulis Hodak.

"Kami mungkin bisa membangun taman Jurrasic jika kami mau. Tidak akan menjadi dinosaurus asli secara genetik, tetapi, mungkin 15 tahun pemuliaan + rekayasa untuk mendapatkan spesies baru yang super eksotis," katanya.

Neuralink yang berbasis di Fremont, California sendiri adalah perusahaan yang mengembangkan teknologi untuk menghubungkan otak manusia dengan komputer.

Musk mengklaim perangkat Neuralink dapat menciptakan "kognisi manusia super", memungkinkan orang lumpuh untuk mengoperasikan ponsel pintar atau anggota tubuh robotik dengan perangkat mereka. Bahkan teknologi Neuralink digadang-gadang bakal bisa mengatasi autisme dan skizofrenia.

Musk telah menginvestasikan puluhan juta kekayaan pribadinya yang signifikan ke perusahaan yang didirikan pada 2016 itu.

Neuralink juga mengembangkan robot bedah yang dapat menjahit kabel kecil sekitar seperempat diameter rambut manusia untuk menghubungkan implan ke otak.

Tapi banyak orang yang skeptis. Musk tidak memiliki latar belakang dalam ilmu saraf atau perangkat medis, tetapi menurut direktur proyek di Neuralink yang dikutip oleh The New York Times pada tahun 2019, Musk telah aktif dalam mencoba membantu memecahkan tantangan teknik yang dihadapi Neuralink.

(toy/zlf)