Penumpang Ngeluh Naik Pesawat Batik Air Gerah Kayak Naik Angkot

Tim detikcom - detikFinance
Minggu, 02 Mei 2021 21:04 WIB
Pesawat Airbus 320-200 Neo Batik Air
Foto: Dok. Batik Air
Jakarta -

Layanan kurang mengenakan dirasakan oleh salah satu penumpang Batik Air. Sebab, pendingin udara di pesawat tidak berfungsi.

Alhasil, penumpang kegerahan hingga kipas-kipas sepanjang perjalanan. Pendingin tersebut tidak berfungsi dari pesawat lepas landas hingga mendarat.

Hal itu diungkap Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno. Ia adalah penumpang Batik Air yang mengalami nasib kurang beruntung tersebut.

Ia bercerita, hari ini naik pesawat Batik Air ID 6847 dari Pangkal Pinang menuju Jakarta pada pukul 13.50 WIB. Dia bilang, biasanya pesawat yang berhenti ditopang generator untuk pendingin pesawat.

"Tapi mungkin di Pangkal Pinang nggak ada dia pakai power yang dalam aja. Akhirnya bukan AC, tapi AB angin berhembus," katanya kepaa detikcom, Minggu (2/5/2021).

Dia menuturkan, kondisi tersebut ia rasakan dari lepas landas bahkan sampai mendarat. Dia bilang, di dalam pesawat penumpang kegerahan hingga kipas-kipas dengan kertas panduan keselamatan.

"Naik pesawat kaya naik angkot gitu, dan semua penumpang untung di depan itu ada kertas untuk keselamatan, itu pada kipas-kipas semua," katanya.

Ia pun mempertanyakan apakah ada kompensasi dalam kejadian seperti yang ia rasakan. Ia berharap agar ada ketentuan yang ketat mengenai standar pelayanan minimum (SPM)

"Saya lihat nggak ada minta maaf diam aja tu orangnya. Cuma tanya ada kompensasi nggak kalau seperti itu, katanya aturannya nggak ada, cuma ditegur surat peringatan. Kalau sudah seperti itu harusnya SMP-nya diubah, kalau cuma surat peringatan bandel semua kan," jelasnya.

detikcom sudah berupaya menghubungi pihak Batik Air. Namun hingga berita ini ditayangkan, permintaan wawancara detikcom belum juga direspons untuk dimintai klarifikasi.

Tonton juga Video: Detik-detik Evakuasi Penumpang Batik Air yang Mendarat Darurat di Jambi

[Gambas:Video 20detik]



(acd/dna)