Nelayan Ikut Bantu Warga Terdampak Banjir Bandang di Kupang

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 03 Mei 2021 12:46 WIB
Warga melewati tumpukan kayu-kayu yang menyumbat dan merusak salah satu jembatan penghubung antardesa di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (7/4/2021). Menurut Organisasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), banjir bandang dan tanah longsor yang melanda di sejumlah wilayah di NTT dipicu kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan, pertambangan, dan pembalakan liar. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.
Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA
Jakarta -

Pimpinan Pusat Serikat Nelayan NU (PP SNNU) menyerahkan bantuan sembako, obat-obatan dan bahan bangunan untuk masyarakat yang terdampak banjir bandang dan longsor di Kupang, Nusa Tenggara Timur dan Bima Nusa Tenggara Barat.

Bantuan tersebut dikirim oleh PP SNNU yang kemudian didistribusikan oleh PW SNNU NTT dan NTB yang juga didampingi PC SNNU Kabupaten/Kota Kupang dan BimaDalam keterangannya PW SNNU NTT, Angki La'ane menyampaikan pesan dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Serikat Nelayan NU Witjaksono yang turut berduka atas musibah yang menimpa masyarakat Provinsi NTT.

"Ketua Umum Pimpinan Pusat Serikat Nelayan NU turut berduka atas musibah banjir bandang dan longsor yang menimpa masyarakat di NTT dan NTB, semoga masyarakat diberikan kesabaran dan kekuatan untuk bangkit kembali." Kata Angki mengutip Witjaksono dalam keternagannya, Senin (04/5/2021).

Ketua SNNU Kabupaten Bima, Hardian menambahkan masyarakat sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari Ketua Umum PP SNNU H Witjaksono.

"Masyarakat sangat bersyukur dan menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya. Masyarakat juga mendoakan H. Witjaksono, semoga bantuannya bernilai ibadah dan masyarakat serta SNNU Bima doakan semoga beliau jadi menteri," harapnya.

Selain menyerahkan Bantuan sembako untuk Korban Banjir dan longsor, H. Witjaksono juga menyerahkan bantuan obat-obatan dan bahan bangunan untuk warga terdampak. Sebelumnya Hujan yang turun selama kurang lebih sembilan jam pada Sabtu (3/4), di seluruh wilayah Kabupaten Bima menyebabkan bendungan yang ada di empat kecamatan meluap, sehingga menggenangi persawahan dan perumahan warga di 29 desa.

Tercatat wilayah yang terdampak banjir adalah Kecamatan Madapangga, Kecamatan Bolo, Kecamatan Woha, dan Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Dikabarkan banjir terjadi mulai Ahad (4/4) sekitar pukul 15.00 WITA. Total rumah rusak akibat banjir Bima sebanyak 5.333 unit. 380 unit rusak berat, 2.176 unit rusak sedang dan 2.777 unit rusak ringan.

Selain itu, di NTT banyak fasilitas umum dan rumah warga yang mengalami kerusakan, setidaknya lebih dari 120 ribu rumah rusak dan ratusan fasilitas umum rusak berat seperti jalan dan jembatan yang hampir merata di wilayah Nusa Tenggara Timur. Senada dengan Hardian, Angki La'ane bersama warga yang terbantu mengucapkan terima kasih dan mendo'akan untuk kebaikan SNNU.

"Saya bersama masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum SNNU, H. WItjaksono beserta jajarannya dan kami mendo'akan semoga beliau bisa terus memberi manfaat bagi masyarakat bagi melalui wadah SNNU maupun pemerintah." Pungkas Ketua PW SNNU NTT.

(kil/zlf)