Trenggono Bertemu Susi di Pangandaran, Bahas Apa Ya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 03 Mei 2021 17:39 WIB

Selain itu terdapat pula 1 kolam sentuh dengan topik tide pool yang memungkinkan pengunjung untuk melihat lebih dekat dan berinteraksi dengan ikan-ikan yang ada di dalamnya, dan museum bahari di dalam gedung ini. Fasilitas yang ada diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan dan mengarusutamakan kelautan dan perikanan kepada masyarakat luas.

Koleksi ikan yang dikoleksi di Schooling Aquarium PIAMARI sebagian besar adalah ikan yang hidup di perairan Pangandaran. Koleksi ikan ini ada yang diperoleh melalui belanja APBN Pusat Riset Kelautan, ada juga yang merupakan sumbangan baik pribadi maupun institusi.

Sementara, untuk Museum Bahari ditampilkan materi-materi pamer berupa program dan kegiatan KKP serta koleksi-koleksi lainnya, seperti Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT), fosil-fosil ikan, instrumentasi yang menggambarkan teknologi kelautan dan perikanan. Untuk Tunnel Aquarium, merupakan akuarium raksasa yang dirancang untuk menjadi nature aquarium yang mampu menampilkan aquascape dari sebuah ekosistem air tawar secara lengkap.

Dengan panjang sekitar 47m, lebar rata-rata 3m, dan kedalaman 3m, akuarium yang dibuat dengan akrilik setebal 8cm ini digadang mampu memecahkan rekor sebagai nature aquarium terbesar di dunia yang saat ini dipegang oleh nature aquarium di Oceanário de Lisboa di Portugal yang panjangnya 40m. Hal ini tentu saja akan menjadi ikon bagi Indonesia dan dunia. Diharapkan dapat merangsang semakin tumbuhnya industri ikan hias di tanah air.

PIAMARI ini menjadi destinasi wisata pantai terkemuka di Jawa Barat, dengan jumlah kunjungan wisatawan hingga 3 juta per tahun, adalah faktor potensial yang sangat mendukung tercapainya misi tersebut.

Selain eduwisata, fokus kegiatan riset teknologi kelautan yang akan dilaksanakan di PIAMARI meliputi pengembangan wahana dan instrumentasi pengukuran dan pemantauan untuk dinamika pesisir dan laut, kebencanaan (tsunami), dan untuk mendukung kegiatan produksi kelautan dan perikanan (energi baru dan terbarukan, garam, perikanan tangkap, dan budidaya).

Perlu diketahui, sejak tahun 2020 para peneliti dan perekayasa yang ditugaskan di PIAMARI Pangandaran telah melakukan kegiatan kerekayasaan pembuatan prototipe alat dan mesin teknologi kelautan. Ada 2 jenis prototipe yang sudah dihasilkan Unit Rintisan Riset Teknologi Kelautan, yaitu Perangkat Ukur Murah Muka Air Laut (PUMMA) sebanyak 7 unit dan Pemantau Parameter Lingkungan Tambak Garam (PENTAGAR) sebanyak 4 unit. Prototipe PUMMA didedikasikan untuk menunjang sistem peringatan dini tsunami, sementara PENTAGAR didedikasikan untuk mendukung manajemen produksi garam nasional.


(kil/zlf)