3 Fakta Coworking Space Babak Belur Dihajar WFH

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 04 Mei 2021 05:00 WIB
Coworking space mencerminkan kantor gaya zaman now. Coworking space banyak ditemui di Jakarta, sejak maraknya usaha rintisan atau start up yang muncul.
Foto: Istimewa

3. Cari Alternatif Bisnis

Dengan permintaan sewa yang turun, operator coworking space harus mencari alternatif bisnis untuk memperoleh pemasukan, sehingga perusahaan tak bangkrut.

Ellen mengatakan, banyak coworking space yang kini menawarkan layanan sewa ruangan untuk studio podcast, studio foto untuk produk-produk UMKM, dan sebagainya.

Salah satu coworking space yang menjalankan alternatif bisnis itu adalah Kekini Ruang Bersama, tempat Ellen bekerja dan menjabat sebagai Managing Director.

Ia mengatakan, banyak operator coworking space yang menggunakan tabungan perusahaan untuk berinvestasi di lini bisnis lain demi memiliki alternatif pemasukan.

"Rata-rata semua coworking space income-nya turun, yang dilakukan sekarang bagaimana bisa survive. Jadi teman-teman coworking space misalnya yang sudah 3-4 tahun, yang sempat punya tabungan, ya tabungannya sekarang dipakai selama 1 tahun untuk support coworking space-nya bertahan. Fokusnya bertahan saja dulu selama pandemi agar tidak tutup, dengan pivot," papar Ellen.

Selain itu, di Kekini, Ellen mengatakan pihaknya menerapkan perjanjian dengan penyewa. Artinya, penyewa hanya bisa bekerja di tempatnya dengan melakukan reservasi. Hal ini dilakukan agar coworking space-nya itu bisa tetap buka dengan adanya protokol kesehatan yang diwajibkan pemerintah.

Tak hanya Ellen, Safana juga melakukan berbagai cara agar coworking space-nya bisa bertahan di tengah pandemi. Caranya memberikan paket sewa ruang kerja yang sesuai dengan permintaan klien, mulai dari biaya yang menyesuaikan anggaran klien, ruang kerja yang disesuaikan, dan sebagainya.

Selain itu, pihaknya juga menawarkan layanan virtual office. Dengan virtual office, pengusaha bisa menyewa alamat kantor dan nomor telepon tanpa perlu menyewa ruang kerja.

"Virtual office itu memang perusahaan bisa WFH. Tapi secara legalitas perusahaan itu beralamat di kantor kita.Jadi nanti semua dokumen bisa datang ke kantor kita, nanti kita yang handle kirim ke klien, atau klien yang ambil. Jadi orangnya nggak bekerja di tempat kita," imbuhnya.

Selain mendapat alamat kantor untuk legalitas, perusahaan juga bisa mendapat nomor telepon khusus alias dedicated number, dan juga ruangan meeting yang diperlukan sewaktu-waktu.

"Ada nomor dedicated, greetings menyesuaikan sama perusahaan itu, nomor dedicated. Kita juga ada tambahan free meeting room. Jadi walaupun nggak stand by di kantor kita, mereka kalau ada meeting atau mengundang klien, bisa pakai free meeting room," pungkas Safana.


(vdl/zlf)