Jokowi Bilang Hati-hati soal 5G, Memangnya Kenapa Pak?

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 04 Mei 2021 11:08 WIB
Jakarta -

Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat konektivitas juga semakin canggih. Saat ini dunia sudah masuk dalam jaringan internet 5G dengan kecepatan berkali-kali lipat.

Namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar berhati-hati dalam menghadapi era 5G. Jangan sampai Indonesia tak bisa mendapatkan manfaat maksimal dari 5G dan hanya menjadi pengguna saja.

"Kita harus memperoleh manfaat maksimal dari perkembangan teknologi dan dalam perkembangan teknologi yang sangat cepat, apalagi akan dimulainya konektivitas digital 5G. Hati-hati, kita jangan hanya menjadi pengguna, kita jangan hanya menjadi smart digital user's," ucapnya dalam Peresmian Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional Tahun 2021, Selasa (4/5/2021).

Jokowi menjelaskan, saat ini Indonesia menghadapi kompetisi dunia yang semakin ketat. Oleh karena itu kecepatan, ketepatan dan efisiensi adalah fondasi penting agar bisa bersaing.

"Para perencana harus mempertimbangkan betul-betul perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Harus itu, dan kita juga harus menjadi bagian dari produsen teknologi itu sendiri," tuturnya.

Terkait era 5G, Jokowi berharap Indonesia bisa mencetak smart digital spesialis. Bisa melahirkan ahli teknologi yang handal dan menjadi pengusaha digital yang dia sebut sebagai smart digital preneur. Sehingga bisa membuka lapangan kerja di dalam negeri.

"Hampir semua perusahaan sekarang ini adalah perusahaan teknologi, karena dari situlah value added diciptakan. Sangat tergantung pada kecanggihan inovasi dan teknologinya," tuturnya.

(das/ang)