Dugaan Pasar Tanah Abang Diserbu Warga yang Mau Mudik

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 05 Mei 2021 07:30 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) bersama Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (ketiga kiri) dan Kapolda Metro Jaya Muhammad Fadil Imran (kedua kanan) meninjau situasi di Pusat Grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). Anies mengakui adanya lonjakan pengunjung di pusat tekstil terbesar se-Asia Tenggara dari sekitar 35.000 pengunjung pada hari biasa menjadi sekitar 87.000 orang pada akhir pekan ini sehingga pihaknya menyiagakan sekitar 750 petugas untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA
Jakarta -

Membludaknya pengunjung Pusat Grosir Tanah Abang pada Sabtu-Minggu kemarin, diduga Ketua Koperasi Pedagang Pasar Tanah Abang Yasril Umar karena adanya larangan mudik yang berlaku mulai 6 Mei 2021. Kenapa muncul dugaan tersebut?

1. Mepet dengan Larangan Mudik

Menurutnya masyarakat berbondong-bondong berbelanja ke Tanah Abang pada pekan kemarin karena waktunya semakin mepet dengan pemberlakuan larangan mudik.

"Perkiraan saya karena ada larangan mudik tanggal 6 itu dan kemarin kebetulan Sabtu-Minggu hari libur, dan mereka banyak mungkin yang mau pulang mudik, menghindari larangan tanggal 6 itu ya buru-buru belanja hari Sabtu-Minggu itu," kata dia saat dihubungi detikcom, Selasa (4/5/2021).

2. Tanah Abang Sepi Lagi

Trafik pengunjung di Pusat Grosir Tanah Abang pun dinilainya sudah mulai berkurang sejak kemarin Senin. Hal itu pula yang mendasari dugaannya bahwa masyarakat sudah banyak yang mudik.

"Makanya terjadi kepadatan kerumunan, istilahnya penumpukan (di Sabtu-Minggu), kan gitu. Buktinya kemarin Senin sudah kendur, sudah nggak begitu ramai orang datang. Hari ini pun biasa-biasa saja," terangnya.

3. Petugas Kurang Antisipasi Pengunjung

Di sisi lain, dia mencermati adanya kemungkinan kurangnya kesiapan petugas dalam mengantisipasi kerumunan orang di Pasar Tanah Abang.

"Mungkin antisipasi di lapangan yang mungkin waktu itu kurang persiapan, nggak tahu kan, untuk mencegah orang datang kan sulit juga kan karena tidak ada larangan untuk datang ke pasar," tambah Yasril.

(toy/fdl)