Ini Kata Kementan soal Turunnya Nilai Tukar Petani

Angga Laraspati - detikFinance
Selasa, 04 Mei 2021 17:24 WIB
Di bulan Ramadhan, para petani di Cileungsi, Kabupaten Bogor, tetap beraktivitas normal. Mereka mencangul dan lain-lainnya dalam keadaan berpuasa.
Foto: Rengga Sencaya
Jakarta -

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri merespons turunnya Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) di bulan April. Menurutnya, hal ini kerap terjadi di tengah panen raya yang terus berlangsung di berbagai tempat.

"Kita tahu saat ini panen raya masih terjadi di berbagai sentra produksi padi dan hortikultura. Di sinilah kunci pemerintah untuk hadir membantu petani agar mendapatkan harga yang layak. Pemerintah tidak membiarkan harga anjlok," tegas Kuntoro dalam keterangan tertulis, Selasa (4/5/2021).

Kuntoro mengatakan, fenomena ini menjadi sinyal masih adanya harga jual di beberapa daerah yang belum sesuai dengan HPP.

Ia juga menjelaskan sinergi antara Bulog, BUMN pangan dan Pemda terus dilakukan seperti gerakan serap gerabah dan pengendalian harga di tingkat petani untuk mencegah turunnya NTP lebih dalam.

Kuntoro mengungkapkan bila dilihat di periode yang sama di tahun sebelumnya (YoY) nilai NTP dan NTUP di bulan April, jauh lebih baik dibandingkan tahun 2020.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) nasional pada April 2021 sebesar 102,93 atau naik 2,60% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar 100,32. Kondisi ini menunjukkan adanya perbaikan tata kelola distribusi produksi dan pemasaran.

"Subsektor tanaman pangan dan hortikultura memang yang terkontraksi bulan April ini. Namun Sub sektor perkebunan dan peternakan nilainya masih positif di bulan ini. Fenomena panen raya yang seperti ini memang sudah perkirakan dan antisipasi, dan langkah yang kita lakukan sudah cukup baik. Sehingga kontraksi nilai NTP tidak sekuat tahun lalu," jelas Kuntoro.

Sebelumnya, BPS menyebutkan terjadi penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor tanaman pangan sebesar 1,18% yang mengakibatkan turunnya NTP nasional pada April 2021 sebesar 0,35% menjadi 102,93. Namun, nilainya masih lebih baik dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 100,32.

Sementara itu, untuk NTP tanaman perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan, masih terjadi peningkatan NTP pada April 2021, di mana NTP tanaman perkebunan naik 0,89%, dan NTP peternakan meningkat 1,31%.

Tidak hanya itu, secara nasional Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Januari-April 2021 lebih tinggi 0,55% dibandingkan NTUP Tahun 2020 pada periode yang sama.

NTUP merupakan perbandingan antara Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) dengan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM).

(mul/hns)

Tag Terpopuler