Erick Akui bakal Bubarkan 7 BUMN: Kalau Dibiarkan Kita Dzolim

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 04 Mei 2021 18:00 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Sebanyak 7 BUMN akan dibubarkan tahun ini. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, 7 BUMN yang akan dibubarkan itu sudah mati suri alias tak beroperasi lagi.

"Nah itu kan BUMN-BUMN yang di bawah PPA itu memang BUMN yang sudah dari 2008 sebenarnya mati suri. Jadi bukan BUMN yang beroperasi, sudah dari tahun 2008 itu mati beroperasi," kata Erick di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Erick mengatakan, pembubaran itu harus dilakukan. Ia mengatakan, jika tak dibubarkan justru dirinya hanya akan mendzolimi BUMN tersebut atau pekerjanya karena tak memberikan kepastian.

"Kita sebagai pimpinan akan dzolim kalau kita membiarkan tidak ada kepastian daripada BUMN tersebut atau pun pekerjanya. Nah kita harus mengambil langkah-langkah. BUMN yang sekarang pun dengan perubahan daripada pasca COVID-19 pun harus siap-siap bersaing, apalagi yang sudah kalah bersaing. Yang masih hidup saja sekarang harus berubah untuk bersaing. Jadi hal-hal itu yang memang kita harus lakukan, bukan menjadi salah dan benar, tapi sebuah pilihan yang harus dilakukan," terang Erick.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, untuk memproses pembubaran tersebut, pihaknya masih perlu melakukan penilaian melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero)/PPA.

"Intinya kita akan ases lagi kondisi terakhirnya. Apakah ada aset yang bisa kita manfaatkan dulu, kemudian kondisi tenaga kerjanya, operasinya. Intinya kalau sudah tidak ada operasi, tidak ada tenaga kerja, dan tidak ada eksposur kewajiban, kita akan lanjut ke proses penutupan," tutur pria yang akrab disapa Tiko tersebut.

Adapun BUMN yang akan dibubarkan antara lain PT Industri Gelas (Persero) atau Iglas, PT Kertas Leces (Persero), dan PT Kertas Kraft Aceh (Persero) atau KKA.

"(Pembubaran) tahun ini. Itu belum fix, tapi sebagai contoh itu Iglas, kemudian Leces, KKA, intinya kita akan asses lagi kondisi terakhirnya" pungkas Tiko.

(vdl/zlf)