Mendag Pertanyakan Verifikasi AS

Tuduhan Transhipment Tekstil Cina

Mendag Pertanyakan Verifikasi AS

- detikFinance
Kamis, 09 Mar 2006 18:00 WIB
Jakarta - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mempertanyakan sistem verifikasi AS, yang membuat Indonesia dituduh melakukan transhipment (pindah kapal) tekstil asal Cina dengan mengaku barangnya asal Indonesia.AS sedang menyelidiki masuknya sejumlah tekstil yang diduga asal Cina dengan membuat pengakuan barang tersebut dari Indonesia. Padahal selama ini tekstil Cina dikenai kuota oleh AS.Tim investigasi AS beberapa waktu lalu juga telah datang ke Indonesia untuk menyelidiki kebenaran dugaan eksportir Indonesia melakukan transhipment produk Cina.Sejak tahun 2005 AS diketahui telah menghilangkan ketentuan kuota tekstil Indonesia, sehingga tidak lagi melakukan pengecekan surat keterangan asal (SKA), dan hanya menerima dokumen tanpa melakukan verifikasi."Lalu bagaimana verifikasi di AS ini, kalau kita keluarkan SKA ke AS harusnya dia memverifikasinya, tapi sekarang tidak ada proses," kata Mari dalam raker dengan Komisi VI DPR, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (9/3/2006).Mari juga mengaku, pihaknya belum menerima hasil investigasi dari tim AS yang datang ke Indonesia."Terus terang kita belum memperoleh pemberitahuan dari AS mengenai hasil investigasinya, tapi kita telah melakukan antisipasi memperketat SKA sejak November 2005," kata Mari.Pengetatan ini dengan hanya membolehkan 14 kantor Dinas Perdagangan untuk mengeluarkan SKA, yang kalau dulu seluruh kantor bisa mengeluarkannya.Untuk mengklarifikasi masalah tuduhan ini, Mari mengaku, dirinya akan melakukan kunjungan ke AS pada April mendatang."Harusnya kalau AS melarang dari satu negara (Cina), dia harus punya sistem verifikasi yang menjamin bahwa negara luar yang impornya dilarang masuk itu benar sumbernya," ujar Mari.Sementara mengenai tuduhan transhipment udang dari Cina, Mari mengaku, hal ini juga akan menjadi pembahasan dalam kunjungannya ke AS. "Saya ke AS bukan hanya membahas masalah udang tapi juga meningkatkan trade and investment facility agreement (TIFA)," katanya.Mari mengatakan, dirinya akan melakukan pertemuan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, untuk membahas tuduhan 7 eksportir Indonesia melakukan transhipment udang dari Cina. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads