Realisasi Dana PEN Capai Rp 155 T, Terkecil Sektor Kesehatan

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 06 Mei 2021 12:16 WIB
Pemulihan Ekonomi
Ilustrasi/Foto: Pemulihan Ekonomi (Mindra Purnomo/tim infografis detikcom)
Jakarta -

Pemerintah menganggarkan anggaran untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di 2021 mencapai Rp 699,43 triliun. Hingga 30 April 2021 realisasinya sudah mencapai Rp 155,6 triliun.

Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kemenkeu, Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan realisasi anggaran PEN 2021 itu sudah mencapai 22,3% dari alokasi yang sudah ditetapkan tahun ini.

"Ini meningkat dibanding kuartal I yang Rp Rp 123,16 triliun sehingga ini menunjukkan bahwa kita terus mendorong kecepatannya supaya masyarakat bisa memperoleh dampaknya," kata Kunta dalam dialog virtual Komite Penanganan COVID- 19 dan PEN (KPCPEN), Kamis (6/5/2021).

Dari realisasi dana PEN 2021 tersebut alokasi untuk sektor perlindungan sosial realisasinya paling besar yakni insentif dunia usaha dengan realisasi Rp 26,20 triliun atau 46% dari pagu Rp 56,72 triliun. Lalu dilanjutkan perlindungan sosial dengan realisasi Rp 49,07 triliun atau 33% dari pagu Rp 150,28 triliun.

Selanjutnya ada insentif dukungan UMKM yang realisasinya mencapai Rp 40,23 triliun atau 21% dari pagu Rp 193,53 triliun, program prioritas Rp 18,98 triliun atau 15% dari pagu Rp 123,67 triliun, sedangkan realisasi terkecil ada di kesehatan sebesar 12% atau Rp 21,15 triliun dari pagu Rp 175,22 triliun.

"Kita saat ini lebih fokus kepada tetap kesehatan karena vaksinasi juga membutuhkan biaya sangat besar dan juga dukungan kepada dunia usaha dan korporasi, termasuk penciptaan lapangan kerja," tuturnya.

Melalui belanja perlindungan sosial pemerintah akan terus mendorong realisasinya sebelum Lebaran, seperti PKH, insentif Kartu Prakerja, bansos tunai, sembako serta BLT desa. Diharapkan dampaknya bisa menguatkan konsumsi rumah tangga.

"Di sosial ini juga kita perkuat dalam arti untuk menjangkau masyarakat yang masih di bawah terutama 40% masyarakat Indonesia yang masih di bawah. Kita juga mempercepat beberapa program supaya masyarakat bisa menikmati sebelum Lebaran ini," imbuhnya.

(aid/eds)