Punya Tempat Disewa Jadi 'Kelas Orgasme'? Jangan Mau!

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 07 Mei 2021 19:00 WIB
Penawaran kegiatan kelas orgasme di Bali kembali bikin heboh. Ini sosok pria di belakang bisnis kelas orgasme tersebut. (dok Istimewa)
Foto: Penawaran kegiatan 'kelas orgasme' di Bali kembali bikin heboh. Ini sosok pria di belakang bisnis 'kelas orgasme' tersebut. (dok Istimewa)
Jakarta -

'Kelas orgasme' di Bali bikin heboh. Berawal dari iklan yang muncul lewat situs eventbrite.com dengan tagline 'Tantric Full Body Orgasm'.

'Kelas orgasme' ini menawarkan harga sebesar 20 euro dan bakal dilaksanakan pada Sabtu (8/5) dari pukul 10.00-18.00 Wita. Dari informasi yang beredar, acara itu bakal dilaksanakan di Karma House Tattoos, tepatnya di Jalan Penestanan Nomor 8, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali.

Pakar Marketing, Yuswohady mengatakan, bisnis berbau seks tentu sangat berisiko jika dijalankan di Indonesia yang berbudaya dan beragama kuat. Apalagi jika bisnisnya seperti kelas orgasme yang ditentang semua agama.

Bisnis seperti itu juga bukan hanya memberikan dampak buruk bagi pelaku usahanya tapi juga tempat yang disewa untuk melangsungkan acara tersebut. Sebab hal itu akan memberikan cap negatif yang melekat, sehingga tempat itu sulit untuk dijadikan manfaatkan untuk bisnis lain.

"Kalau satu tempat dipersepsikan sebagai tempat kelas orgasme di Indonesia sangat berisiko, bagi brand," ucapnya saat dihubungi detikcom, Jumat (7/5/2021).

Sekalipun pemilik lokasi memang ingin menjadikan tempatnya sebagai tempat kelas orgasme, menurut Yuswohady itu tindakan yang terlalu berani dilakukan di Indonesia.

"Di sini kan agamanya kuat, etika sosialnya juga. Itu kan nggak bagus, buruk banget, ya kecuali di negara lain yang lebih bebas. Karena dalam budaya kita kan 'itu' nggak bisa terbuka, itu sangat buruk bagi brand. Itu bisa merusak brand dia sendiri," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan pihak kepolisian mengecek lokasi yang disebut bakal dijadikan tempat pelaksanaan 'kelas orgasme' di Bali. Saat dicek, lokasi tersebut ternyata telah tutup sejak masa pandemi COVID-19 dan saat ini sedang direnovasi.

"Yang di lokasinya itu sudah tutup sejak pandemi COVID-19 ini. Kemudian di lokasi tersebut juga itu sedang renovasi juga, jadi tidak ada buka. Itu hasil pengecekan (dan) koordinasi dengan owner-nyalah," kata Kapolres Gianyar AKBP Dewa Made Adnyana saat dihubungi detikcom, Kamis (6/5/2021).

'Kelas orgasme' itu kabarnya bakal dilakukan di Karma House Tattoos, yang berlokasi di Jalan Penestanan Nomor 8, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali. Acara itu ditawarkan melalui situs eventbrite.com dengan tagline 'Tantric Full Body Orgasm'.

Adnyana menuturkan owner dari Karma House Tattoos sempat menyampaikan bahwa lokasinya memang pernah diminta untuk digunakan sebagai tempat penyelenggaraan 'kelas orgasme' tersebut. Namun permintaan itu sudah sekitar dua tahun yang lalu.

"Namun yang bersangkutan menolak karena tidak sesuai dengan adat maupun kebudayaan di Bali. Kemudian dari hasil juga dengan kelian adat di sana juga tidak ada (penyelenggaraan tersebut). Kemudian di lokasi tersebut hubungan dengan desa adat juga bagus," kata Adnyana.

(das/ara)

Tag Terpopuler