Gara-gara Pandemi Banyak Orang Pilih Pensiun Dini

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 10 Mei 2021 11:42 WIB
Program vaksinasi COVID-19 di Jakarta sasar warga di permukiman padat penduduk. Warga di Tanjung Priok dan Sunter Agung pun disuntik vaksin Corona dosis pertama
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pandemi mendorong orang-orang Amerika Serikat (AS) untuk pensiun dini. Survei Federal Reserve New York mengungkap orang yang berencana tetap bekerja meski usianya sudah lebih dari 67 tahun, merosot ke level terendah 32,9% pada Maret lalu.

Dikutip dari CNBC, Senin (10/5/2021) menurut laporan Pew Research 28,6 juta generasi boomer rentang usia 54-76 tahun telah pensiun dini pada kuartal III-2020. Naik sebanyak 3,2 juta dari mereka telah pensiun pada periode yang sama di 2019.

Salah satu teknisi farmasi bernama Mary Ann Sergeant yang berusia 65 tahun memutuskan pensiun dini pada Desember dari Rumah Sakit Anna Jaques di Newburyport, Massachusetts. Dia pensiun dini dengan alasan umurnya yang rentan jika harus di rumah sakit dengan kasus COVID-19 semakin meningkat.

Dia mengatakan meninggalkan tenaga kerja terlalu cepat dapat memberikan tekanan ekstra pada portofolio investasi, tergantung pada seberapa banyak seseorang telah menabung.

Sersan tidak sendirian untuk pensiun dini. Banyak perawatan kesehatan yang berusia lebih dari 60 tahun memiliki sentimen ingin pensiun dini, terutama wanita.

"Risiko terbesar untuk pensiun dini adalah Anda harus membuat tabungan Anda bertahan lebih lama," kata Jude Boudreaux, CFP dan partner di The Planning Center di New Orleans.

Maka, sebelum memutuskan untuk pensiun dini banyak hal yang harus dipastikan. Pertama, pastikan memiliki asuransi jaminan masa tua dan tabungan pensiun. Pusat Prioritas Anggaran dan Kebijakan AS mengatakan lebih dari setengah rumah tangga dengan pekerja berusia 55 hingga 64 tahun memiliki rekening pensiun, dan nilai mediannya adalah US$ 134.000.

Jangan lupa pastikan memiliki jaminan kesehatan setelah pensiun. Biaya pensiun yang signifikan lainnya adalah biaya perawatan kesehatan. Pasangan berusia 65 tahun rata-rata dapat menghabiskan $ 295.000 untuk masa pensiun, tidak termasuk perawatan jangka panjang.

Bagi beberapa pekerja, pensiun dini berarti berpisah dengan asuransi kesehatan tempat kerja mereka. Maka, pastikan memiliki asuransi di luar kantor. Tetapi pensiunan di bawah usia 65 tidak akan memenuhi syarat untuk Medicare, jadi harus memiliki dana darurat untuk kesehatan.

Tonton juga Video: Garuda Tawarkan Pensiun Dini untuk Karyawannya

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/zlf)