3 Fakta Beda Pembelaan Mendag-Jubir Presiden Soal Bipang Pidato Jokowi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 10 Mei 2021 21:00 WIB
Jokowi Sebut Bipang Ambawang Sebagai Oleh-oleh Lebaran, Apa Itu Bipang?
Foto: detikvisual/iStock
Jakarta -

Kuliner bipang Ambawang, khas Kalimantan Barat, jadi sorotan dan viral di media sosial usai dipromosikan Presiden Joko Widodo dalam pidatonya.

Pidato Jokowi yang viral sendiri awalnya diunggah di akun YouTube Kementerian Perdagangan pada 5 Mei 2021. Video itu bertajuk '05.05 Hari Bangga Buatan Indonesia'.

Pidatonya itu berisi ajakan dan peringatan bangga dengan produk lokal. Jokowi mengimbau warga memesan kuliner khas daerah secara online. Salah satu yang dia sebut adalah bipang Ambawang, yang merupakan babi panggang khas Kalimantan Barat.

"Untuk Bapak/Ibu dan Saudara-saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasanya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online. Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, empek-empek Palembang, bipang Ambawang dari Kalimantan, dan lain-lainnya, tinggal pesan. Dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah," ujar Jokowi.

Usai pernyataan itu viral, Menteri Perdagangan M Lutfi dan Jubir Presiden Fadjroel Rachman pun langsung angkat bicara 'meluruskan' pernyataan presiden. Namun, ada yang berbeda dalam narasi pembelaan keduanya, berikut 3 faktanya.

1. Bipang dalam Khazanah Kuliner Indonesia

Asal tahu saja, dalam khazanah kuliner Indonesia sendiri, ada beberapa makanan yang disebut bipang. Bipang bukan cuma diasosiasikan sebagai babi panggang saja.

Yang pertama sebutan bipang memang untuk makanan olahan babi panggang, babi panggang ini populer dari Kalimantan Barat. Namun ada juga penyebutan bipang untuk kue beras di beberapa daerah.