Kilas Balik Cuitan Ustaz Tengku Zul soal Krisis Ekonomi hingga Impor

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 10 Mei 2021 20:06 WIB
Jakarta -

Kabar duka kembali menyelimuti Tanah Air. Ustaz Tengku Zulkarnain dikabarkan meninggal dunia setelah berjuang melawan virus Corona (COVID-19). Pria kelahiran Medan itu menutup mata di usia 57 tahun, di RS Tabrani Pekanbaru.

Tengku Zulkarnain adalah tokoh ulama yang aktif di media sosial Twitter. Melalui akunnya @ustadtengkuzul, ia beberapa kali memberikan kritik terkait perekonomian Tanah Air yang disorot oleh warganet.

Berikut kilas balik kritik Ustad Tengku Zulkarnain mengenai perekonomian Indonesia seperti yang dirangkum detikcom, Senin (10/5/2021):

1. Impor Ikan Asin

Pada bulan Juni 2019 silam, Tengku Zulkarnain pernah mengkritik terkait impor ikan asin yang dilakukan oleh Indonesia. Ia mengatakan, Indonesia yang memiliki bentang laut paling luas kedua setelah Kanada, namun ternyata masih mengimpor komoditas ikan asin dari Thailand dan Taiwan.

"Dengan Bentang Laut Lebih 99.000 Kilometer, dan Menjadi Paling Luas Kedua Setelah Canada. Indonesia Impor Ikan Asin dari Thailand dan Taiwan. Kenapa...? SALAH URUS Kah Negeri Ini...? Ayo TIM SORAK Serbu...! Jangan Diam Saja ya...," cuit Tengku Zulkarnain, Sabtu (15/6/2019).

Kala itu, Menteri Kelautan dan Perikanan masih dijabat oleh Susi Pudjiastuti. Melihat cuitan itu, Susi pun membalasnya dengan mempertanyakan data valid mengenai impor ikan asin tersebut kepada Tengku Zulkarnain.

"Tahun berapa dan kenapa? Anda pikir masyarakat bodoh? Mereka jauh lebih pintar dr kita.. kita artinya anda dan saya lebih bodoh!!!" balas Susi.

Tiga hari kemudian, Susi yang ditemui awak media di gedung DPR RI menanggapi kritik tersebut.

"Ikan asin dari dulu juga impor, tapi kan kecil sekali angkanya, nggak ada artinya," tegas Susi, Selasa (18/6/2019).

2. Sebut Singapura Krisis Ekonomi dan Pertanyakan Kondisi Indonesia

Pada pertengahan 2020 silam, ketika Singapura mengumumkan negaranya mengalami resesi setelah ekonominya minus 40%, ia mengatakan Singapura telah mengalami krisis. Lalu, ia mempertanyakan bagaimana kondisi ekonomi Indonesia melalui cuitannya.

"Singapore sudah mengumumkan bahwa negaranya krisis. Sebagai negara jasa tanpa Sumber Daya Alam, Pertumbuhan Ekonominya skrg minus 40%.
Kapan Indonesia mengumumkan krisis Ekonomi telah melanda negeri ini?
Masih malu?
Atau takut?
Atau yakin meroket?
Atau...?
Entahlah, Buyung...!"

Menanggapi hal tersebut Staf Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo mengatakan, Singapura hanya mengumumkan resesi bukan krisis.

Resesi yang terjadi karena pertumbuhan ekonomi Singapura minus pada kuartal I dan kuartal II. Dia menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I masih tumbuh positif 2,97% dan kuartal II belum diumumkan oleh BPS.

"Pak Ustadz @ustadtengkuzul ysh, Sejauh saya tahu Singapore mengumumkan resesi bukan krisis. Itu karena pertumbuhan ekonomi Singapore Triwulan I dan II negatif. Pertumbuhan ekonomi kita di Triwulan I masih positif 2,97%, Triwulan II blm diumumkan BPS. Sabar sikit ya Pak Ustadz!," cuit Yustinus lewat akun Twitternya @prastow, Senin (3/8/2020).

3. Utang Pemerintah Tembus Lebih dari Rp 6.000 T

Pada bulan lalu, Tengku Zulkarnain mengomentari artikel berita media nasional yang melaporkan utang pemerintah yang tembus Rp 6.000 triliun per Januari 2021.

"Sebenarnya siapa yg berkuasa mengawasi hutang...?
Apa.akan dibiarkan saja...?
Jika tembus 7.200 triliun, bagaimana membayar bunga dan induknya...?" tulisnya Sabtu, (17/4/2021).

Satu hari sebelum dirawat di RS Tabrani karena positif COVID-19, Tengku Zulkarnain kembali mengkritik utang pemerintah yang tembus Rp 6.445 triliun per Maret 2021.

"Ckckck...
Nggak disangka banyak sekali ternyata uang Pemerintah RI," tulisnya pada Sabtu (1/5/2021).

4. Komponen Esemka 60% Impor

Tengku Zulkarnain juga pernah mengkritik mobil buatan anak bangsa, yakni Esemka. Melalui cuitannya, ia mengkritik komponen Esemka yang ternyata 60% adalah komponen impor.

"Tim Sorak Rame Rame Banggain Esemka. Lha komponennya saja cuma 60% buatan lokal. Sisanya IMPOR.
Mending beli Inova 85% lokal. Avanza 95% lokal.
Bangga kok sama asing?" tulisnya pada Minggu, (18/4/2021).

5. Impor Pangan

Pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu juga mengkritik soal kebijakan pemerintah mengimpor sejumlah komoditas pangan pokok seperti garam, gula, bawang putih, dan sebagainya.

"Mulai garam, gula, bawang putih, kedelai dan sembako lainnya impor meningkat dibanding tahun lalu.
Bahkan garam sempat impor dari Thailand, negara yg lautnya secuil dibanding NKRI," tulis pada pada Selasa, (20/4/2021).

Cuitan Ustaz Tengku Zulkarnain tersebut ditulis ulang alias retweet oleh 616 warganet, dan disukai oleh 2.008 warganet.

(vdl/dna)

Tag Terpopuler