Cara Jaga Nilai Tukar Rupiah & Pulihkan Ekonomi Nasional Lewat Belanja

Nurcholis Maarif - detikFinance
Selasa, 11 Mei 2021 17:50 WIB
Online payment. Hands of woman using mobile smartphone and laptop computer for online shopping.
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Kampanye Hari Bangga Buatan Indonesia (BBI) masih berlangsung sampai saat ini. Kampanye yang digelar Pemerintah bersama Asosiasi ECommerce Indonesia (idEA) rentang 5-13 Mei ini salah satunya bertujuan untuk meningkatkan daya beli dan konsumsi masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan berdasarkan data transaksi hari belanja nasional terakhir yang diselenggarakan pada tanggal 12 Desember 2020, total penjualan pada saat itu mencapai Rp 11,6 triliun. Sebanyak 48%-nya atau senilai Rp 5,6 triliun merupakan penjualan produk lokal.

"Dengan mengacu pada kegiatan tersebut maka kegiatan Hari BBI pada akhir bulan Ramadhan kali ini diharapkan juga dapat memicu peningkatan konsumsi masyarakat," ujarnya saat dihubungi detikcom, Selasa (11/5/2021).

Ia menjelaskan ada sekitar 72 platform e-commerce yang mendukung kegiatan Hari BBI dengan mendorong pemberian promo oleh lokapasar dalam bentuk bebas ongkos kirim maupun promo lainnya. Menurutnya, Hari BBI juga bermanfaat buat masyarakat, pelaku usaha, dan perekonomian Indonesia.

Penyelenggaraan Hari BBI diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk membeli produk-produk lokal berkualitas dengan harga yang terjangkau. Bagi masyarakat, BBI memberikan insentif berupa ongkos kirim gratis untuk pembelanjaan online produk-produk dalam negeri di marketplace online," ujarnya

"Masyarakat bisa memanfaatkannya untuk memberikan kado bagi orang-orang terkasih di kampung halaman di tengah pelarangan mudik untuk menghindari lonjakan kasus COVID-19 di hari raya," imbuhnya.

Adapun manfaat bagi pelaku usaha dan tenaga kerja adalah Hari BBI diharapkan dapat menggerakkan perekonomian khususnya bagi UKM yang memproduksi produk lokal dan perusahaan ekspedisi yang melayani pengiriman barang. Dengan adanya hari BBI, omzet penjualan UKM diharapkan dapat meningkat sehingga mampu menyerap semakin banyak tenaga kerja dan bahan baku untuk kegiatan produksi.

"Mengingat Hari BBI dikhususkan untuk mendorong konsumsi produk lokal, maka Hari BBI juga diharapkan dapat mengurangi impor barang konsumsi dan mengurangi tekanan defisit neraca berjalan sehingga stabilitas nilai tukar rupiah dapat terjaga," pungkasnya.

Tonton juga Video: Bongkar Rahasia Sukses Bisnis Online

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)