Kronologi Buruh Ancam Boikot Produk Indomaret 

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 17 Mei 2021 18:00 WIB
Toko swalayan Indomaret. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Buruh mengancam memboikot produk-produk PT Indomarco Prismatama (Indomaret). Aksi boikot akan dijalankan bila Indomaret tidak mengabulkan tuntutan para buruh.

"Kalau nanti manajemen Indomarco tidak merespons tuntutan kami, maka kami akan instruksikan untuk boikot seluruh produk-produk Indomaret di seluruh Indonesia dan saya akan instruksikan untuk melakukan aksi unjuk rasa di seluruh kantor pusat/cabang Indomaret di seluruh Indonesia," ujar Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Riden Hatam Aziz dalam konferensi pers virtual, Minggu (16/5/2021) kemarin.

Ancaman boikot dilayangkan para buruh karena ada anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Anwar Bessy jadi tersangka usai demo soal Tunjangan Hari Raya (THR) 2020. Sebelum jadi tersangka, Anwar bersama ratusan karyawan lainnya menuntut THR 2020 yang tidak dibayar penuh.

Anwar sampai dijatuhi tuntutan pidana karena telah merusak gypsum kantor saat unjuk rasa bersama ratusan buruh lainnya untuk memperjuangkan THR 2020. Riden mengaku heran kasus yang dinilai 'sepele' itu dibawa ke pengadilan saat buruh menuntut THR yang menjadi haknya.

"Dia emosional, spontan menggerakkan tangannya, membentur gypsum kantor sampai bolong kurang lebih 20-25 cm. Dengan kejadian itu Anwar Bessy langsung diproses pidana dan sekarang sudah masuk ke pengadilan di Jakarta Utara dan sidangnya dua kali, besok 18 Mei itu sidang yang ketiga," bebernya.

"Informasi terakhir gypsum yang bolong tadi adalah ruang kantor, sekarang dibongkar artinya ruangan itu sudah tidak dipakai lagi oleh manajemen. Artinya ruangan itu sebetulnya kalau pun saudara Anwar Bessy tidak emosi, itu memang mau dirobohkan," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden KSPI Said Iqbal mempertanyakan peran Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) dalam kasus ini. Pasalnya, sampai saat ini Indomaret disebut belum melunasi THR 2020 yang dibayar 50%.

"Menuntut THR malah terancam dihukum penjara karena Indomarco yang aneh menyatakan tidak mampu membayar THR 2020 sebesar 50% saja, sampai hari ini tidak dilunasi kok malah mengajukan tuntutan ancaman pidana penjara. Mana peran Menteri Tenaga Kerja? Kalau cuma gypsum saja kan bisa didamaikan," tambahnya.

Respons Indomaret di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Alasan Bapak Marahi Kasir Indomaret Setelah Anak Top Up Game Online"
[Gambas:Video 20detik]