Bye-bye, Debenhams Tutup Toko Terakhirnya

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 18 Mei 2021 09:18 WIB
GLASGOW, UNITED KINGDOM - JANUARY 02:  Members of the public walk past Debenhams store as companies announce Christmas sales results  on January 2, 2014 in Glasgow, United Kingdom.Shares in the department store Debenhams have fallen following the company announcing poor sales during the Christmas period.  (Photo by Jeff J Mitchell/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Peritel Debenhams akan menutup 28 toko terakhirnya secara permanen. Dengan begitu, secara total toko fisik ritel tersebut akan tutup total. Perusahaan fokus untuk penjualan secara online.

Dikutip dari BBC, Selasa (18/5/2021) Kini menuju penutupan toko fisik secara permanen, ritel itu menawarkan diskon gede-gedean. Pembeli pun banyak yang berbondong-bondong untuk berbelanja.

Sebelumnya, ritel yang berumur 240 tahun ini memiliki 150 toko di Inggris. Namun, perusahaan mengalami kebangkrutan karena penurunan penjualan sejak 2019. Pandemi COVID-19 pun memperparah keadaan perusahaan.

Kini ritel itu sudah dibeli oleh Boohoo pada Januari lalu seharga 55 juta poundsterling. Sebelum dibeli, pada Desember 2019 Debenhams mengumumkan bisnisnya akan ditutup karena pembatasan pandemi, 12 ribu pekerja pun terpaksa harus di PHK.

Setelah lockdown, 97 toko dibuka kembali untuk menghabiskan stok terakhir dan secara bertahap telah ditutup selama dua minggu terakhir.

Rak-rak di bagian kosmetik minggu ini telah kosong, sementara kotak-kotak sisa gantungan mantel bebas untuk siapa saja yang menginginkannya.

Pada 1950-an, Debenhams menjadi department store terbesar di Inggris dengan 110 lokasi. Namun, dalam beberapa tahun terakhir ini, peralihan ke belanja online menggerogoti penjualan dan hingga akhirnya bisnis itu ambruk.

Lihat juga Video: Terus Merugi, Bisnis Smartphone LG Gulung Tikar

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)