Harga Daging Sapi-Kerbau Meroket Jelang Lebaran, Buwas: Ada Mafia

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 18 Mei 2021 14:24 WIB
Detikcom Blak-blakan bersama Kepala Bulog Budi Waseso di Jakarta, Selasa (21/5/2019).
Dirut Bulog Budi Waseso/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Harga daging sapi dan kerbau melonjak menjelang Lebaran 2021 kemarin. Tak tanggung-tanggung, bahkan harganya mencapai Rp 150 ribu/kg di pasar.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) pun menjelaskan akar masalahnya. Menurut Buwas bila ada kenaikan harga pasti itu adalah ulah mafia daging. Sebab, pihaknya sudah memastikan stok di lapangan terpantau aman, operasi pasar pun sudah dijalankan.

Berdasarkan laporan Buwas, hingga 17 Mei 2021 stok daging kerbau di Bulog masih ada 1.030 ton dan daging sapi 25 ton. Bulog juga sudah melalukan operasi pasar menjelang Lebaran.

Total sebanyak 13.000 ton daging sapi-kerbau beku disiapkan dalam operasi pasar tersebut dijual dengan harga Rp 80 ribu/kg untuk daging kerbau impor dan Rp 90 ribu/kg untuk daging sapi beku impor.

Harusnya dengan stok tersebut dan operasi pasar yang dijalankan, harga tak akan naik setinggi itu.

"Ada mafia-mafia yang bermain dengan daging," ujar Buwas dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (18/5/2021).

Buwas juga memastikan tidak ada praktik monopoli terkait harga daging ini. Kenaikan harga daging sapi hingga kerbau, katanya murni ulah mafia. Namun, ia tak menyebut siapa mafia yang dimaksud.

"Kita ini sudah komitmen dengan mitra kita yang pembeli dari kita ini pak dengan mereka yang pertama soal monopoli tidak ada pak justru kami ini mewanti-wanti supaya harganya itu tidak naik harganya harus jatuh ke tangan konsumen murah dengan kualitas tetap baik. Itu ada jaminannya mereka menandatangani pernyataan," tegasnya.

Buwas menjamin bukan pihaknya yang membuat harga daging sapi dan kerbau naik menjelang Lebaran kemarin.

"Ini pasti bukan perbuatan Bulog, pasti, tapi namanya orang yang nakal itu pasti dia ada aja usahanya bagaimana dia mendapatkan keuntungan," katanya.

Meski begitu, pihaknya terus berupaya menghalau mafia-mafia. Salah satu cara yang sudah dilakukan Perum Bulog adalah menyediakan layanan pesan antar secara online. Masyarakat bisa memesan daging murah dan dapat diantar di hari yang sama tanpa ongkos kirim.

"Pengalaman-pengalaman ini yang kami terus belajar kami antisipasi dengan kami melakukan operasi pasar pun pak daging kerbau door to door artinya juga melalui online, sistem online ini masyarakat bisa pesan ke Bulog dan diantar hari itu juga," tuturnya.

(ara/ara)