Surplus Dagang Dengan Israel, RI Dibantu Ekspor Pakan Babi

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 18 Mei 2021 15:15 WIB
Bisnis ternak babi jadi salah satu usaha andalan warga di perbatasan Indonesia. Harga jualnya yang tinggi membuat warga tertarik untuk mengembangkan usaha ini.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indonesia mengecam serangan yang dilakukan Israel kepada Palestina. Konflik terbaru kedua negara ini dilatarbelakangi isu penggusuran pihak Israel terhadap kawasan Sheikh Jarrah.

Indonesia dan Israel sendiri punya hubungan dagang dalam beberapa komoditas. BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia terhadap Israel surplus.

Berdasarkan data BPS yang diterima detikcom, Selasa (18/5/2021), Indonesia tercatat mengekspor cukup banyak produk ke negara yang dipimpin Benjamin Netanyahu tersebut. Indonesia banyak mengekspor pakan babi, pada tahun 2020 nilainya mencapai US$ 11,01 juta.

Jika dilihat lebih detail lagi, angka ekspor pakan babi ke Israel ini meningkat 103% dibandingkan tahun 2019 yang nilainya sebesar US$ 5,4 juta.

Sementara nilai ekspor pakan babi ke Israel pada kuartal I-2021, BPS mencatat nilainya US$ 1,04 juta. Selain itu, produk lain yang ekspor adalah mentega coklat nilainya US$ 10,29 juta atau melambat dibandingkan tahun 2019 yang sebesar US$ 12,92 juta dan pada tiga bulan pertama di tahun 2021 senilai US$ 2,28 juta.

Produk lainnya yang diekspor antara lain serat stapel dengan nilai US$ 9,02 juta pada tahun 2020 dan US$ 7,59 juta pada tahun 2019. Sementara kuartal I-2021 senilai US$ 2,22 juta. Lalu ada karet alam senilai US$ 5,51 juta di 2019, dan angkanya turun di tahun 2020 menjadi US$ 5,26 juta. Sementara di kuartal I-2021 baru sebesar US$ 1,28 juta.

Indonesia juga mengekspor mentega putih atau shortening senilai US$ 3,75 juta di tahun 2019, angka tersebut turun di tahun 2020 menjadi US$ 2,91 juta. Pada kuartal I-2021 baru mencapai US$ 595.768. Selanjutnya ada minyak sawit olahan senilai US$ 5,15 juta pada tahun 2019, angkanya menurun menjadi US$ 4,95 juta di tahun 2020, dan pada kuartal I-2021 baru mencapai US$ 669.374.

Jika dilihat secara total, nilai ekspor Indonesia pada tahun 2020 mencapai US$ 157,52 juta. Angka tersebut naik dari tahun sebelumnya yang mencapai US$ 120,63 juta. Sementara pada kuartal I-2021, total nilai ekspor Indonesia ke Israel baru mencapai US$ 47,51 juta.

Dilihat dari 2016-2020, neraca perdagangan Indonesia dengan Israel surplus sebesar US$ 284,91 juta. Pada periode tersebut, total ekspor Indonesia ke Israel mencapai US$ 630,36 juta.

Rinciannya, tahun 2016 sebesar US$ 103,15 juta. Selanjutnya tahun 2017 tercatat sebesar US$ 125,99 juta, tahun 2018 sebesar US$ 123,04 juta, tahun 2019 sebesar US$ 120,63 juta, dan tahun 2020 US$ 157,52 juta.

Sementara total nilai impor mencapai US$ 345,45 juta sejak 2016-2020. Rinciannya, pada tahun 2016 sebesar US$ 109,93 juta. Tahun 2017 sebesar US$ 106,95 juta. Tahun 2018 sebesar US$ 46,68 juta.

Selanjutnya pada 2019, nilai impor Indonesia dari Israel sebesar US$ 25,33 juta, dan pada tahun 2020 sebesar US$ 56,53 juta.

(hek/eds)

Tag Terpopuler