Mantab! 10 Juta Orang Sudah Didaftarkan Vaksin Gotong Royong

ADVERTISEMENT

Mantab! 10 Juta Orang Sudah Didaftarkan Vaksin Gotong Royong

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 19 Mei 2021 12:06 WIB
Infografis Vaksinasi Gotong Royong
Foto: Infografis detikcom/ Mindra Purnomo: Infografis Vaksinasi Gotong Royong
Jakarta -

Program vaksinasi gotong royong sudah dimulai sejak kemarin Selasa, 18 Mei 2021. Tercatat sudah ada 22.763 perusahaan yang mendaftar untuk mendapatkan vaksinasi virus Corona (COVID-19) tersebut.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani menuturkan dari jumlah perusahaan yang telah mendaftar ada 10 juta lebih karyawan yang akan diikutsertakan dalam program vaksinasi gotong royong.

"(Yang sudah mendaftar) 22.763 perusahaan lebih dari 10 juta orang (pekerja)," kata Rosan kepada detikcom, Rabu (19/5/2021).

Dia menuturkan bahwa pendaftaran akan berlangsung hingga 31 Mei untuk tahap 3. Biaya yang harus dirogoh oleh pengusaha untuk memvaksinasi karyawannya adalah Rp 321.660 per dosis dan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis.

Untuk memastikan berjalannya program vaksinasi yang diselenggarakan Kadin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin menyaksikan langsung pelaksanaan vaksinasi tersebut.

Jokowi meninjau pelaksanaan vaksinasi gotong royong di PT Unilever, Jababeka, Jawa Barat. Selain Unilever ada beberapa perusahaan lainnya yang menggelar vaksinasi untuk para karyawannya.

"Saya senang sekali pagi hari ini bisa bertemu dengan Bapak Ibu dan saudara-saudara sekalian karena vaksinasi gotong-royong pagi hari ini telah dimulai. Saya berada di PT Unilever di Jababeka dan saya melihat ada 18 lokasi perusahaan, pabrik, industri yang juga bersama-sama melaksanakan vaksinasi gotong royong," kata Jokowi disiarkan di saluran YouTube Sekretariat Presiden, kemarin Selasa (18/5/2021).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berharap dimulainya vaksinasi di sektor industri dapat melindungi para pekerja dari ancaman COVID-19. Diharapkan pula, produktivitas industri akan meningkat.

"Ini akan bisa bekerja lebih produktif lagi dan tidak terjadi penyebaran COVID di perusahaan-perusahaan," tutur Jokowi.

(toy/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT