Realisasi Dana PEN Baru 24% dari Rp 699 T, Ini Rinciannya

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 19 Mei 2021 14:40 WIB
Pengembalian Uang Korupsi Samadikun

Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Toni Spontana (tengah) menyerahkan secara simbolis kepada Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto (ketiga kanan) uang ganti rugi korupsi Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) dengan terpidana Samadikun Hartono di Gedung Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (17/5/2018). Mantan Komisaris Utama PT Bank Modern Samadikun Hartono terbukti korupsi dana talangan BLBI dan dihukum 4 tahun penjara serta diwajibkan mengembalikan uang yang dikorupsinya sebesar Rp 169 miliar secara dicicil. Grandyos Zafna/detikcom

-. Petugas merapihkan tumpukan uang milik terpidana kasus korupsi BLBI Samadikun di Plaza Bank Mandiri.
Foto: grandyos zafna
Jakarta -

Pemerintah menganggarkan anggaran untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di 2021 mencapai Rp 699,43 triliun. Hingga 11 Mei 2021 realisasinya sudah mencapai Rp 172,35 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan realisasi anggaran PEN 2021 itu mencapai 24,6% dari alokasi yang sudah ditetapkan tahun ini.

"Secara keseluruhan realisasi sudah mencapai Rp 172,35 triliun atau 24,6% dari total pagu Rp 699,43 triliun," kata Airlangga dalam halalbihalal virtual, Rabu (19/5/2021).

Realisasi itu mengalami sedikit peningkatan dari periode sebelumnya. Berdasarkan catatan detikcom, realisasi terakhir per 30 April mencapai Rp 155,6 triliun.

Dari dana PEN 2021 tersebut alokasi untuk sektor kesehatan realisasinya sebesar Rp 24,9 triliun atau 14,2% dari pagu Rp 175,22 triliun. Lalu perlindungan sosial dengan realisasi Rp 56,79 triliun atau 37,8% dari pagu Rp 150,28 triliun.

Selanjutnya ada program prioritas Rp 21 triliun atau 17,6% dari pagu Rp 123,67 triliun, dukungan UMKM dan korporasi sebesar Rp 42,03 triliun atau 21,7% dari pagu 193,53 triliun, sedangkan insentif usaha sebesar Rp 26,83 triliun atau 47,3% dari pagu Rp 56,72 triliun.

Airlangga menyebut sejauh ini perekonomian Indonesia terus mengalami perbaikan secara bertahap. Dari sisi demand, konsumsi pemerintah tumbuh 2,96% pada kuartal I-2021, ekspor tumbuh 6,74% dan impor tumbuh 5,27%.

"Ini harus kita dorong di kuartal II-2021 supaya ada kenaikan lagi lebih tinggi atau di kisaran yang kita harapkan bisa naik ke 7%," tuturnya.

(aid/fdl)