Wajib Masker Dilonggarkan, Penjualan Lipstik di AS Melonjak 80%

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 20 Mei 2021 10:10 WIB
Ilustrasi lipstik merah
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Penggunaan masker membuat bibir tidak terlihat, dan akibatnya merugikan penjualan lipstik tahun lalu di Amerika Serikat (AS). Namun, tahun ini penjualan lipstik melonjak 80% usai penggunaan masker dilonggarkan bagi yang telah divaksinasi.

Mengutip dari CNN, Kamis (20/5/2021) perusahaan analitik pasar dan riset pasar, Information Resources, Inc melaporkan penjualan lipstik di AS mencapai US$ 34,2 juta dalam empat minggu yang berakhir 18 April. Angka itu naik 80% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meskipun kenaikan itu masih kurang dari catatan penjualan sebelum pandemi sebesar US$ 40 juta, lonjakan penjualan terbaru telah membalikan keadaan. Hal itu karena kini banyak warga AS yang telah divaksinasi COVID-19.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control (CDC) mengatakan, orang yang telah divaksinasi 2 dosis tidak harus memakai masker atau mempraktikkan jarak sosial di dalam atau di luar ruangan, kecuali saat berada di tempat perawatan kesehatan, di transportasi umum, di sekolah, atau di area lain di mana pemerintah mewajibkan masker.

Walmart, (WMT) pengecer terbesar di Negeri Paman Sam, mengatakan lipstik adalah barang yang paling laris manis di segmen kosmetik. Pengecer tersebut mengatakan pembelinya kini banyak membeli pakaian panjang dan lipstik anti noda yang tidak mudah terkelupas di dalam masker.

(eds/eds)