3 Menteri Cek Kesiapan Sentra Pengolahan Beras Terpadu di Kebumen

Rinto Heksantoro - detikFinance
Senin, 24 Mei 2021 11:31 WIB
Mereka meninjau kesiapan bangunan Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) atau Rice Milling Unit (RMU).
Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dan Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki melakukan kunjungan kerja ke Kebumen, Jawa Tengah. Mereka meninjau kesiapan bangunan Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) atau Rice Milling Unit (RMU).

Kunjungan mereka didampingi Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. Kunjungan dilakukan di RMU yang berada di tepi Jalan Nasional, Desa Kaliputih, Kecamatan Kutowinganun, Kebumen pada Minggu (23/5) kemarin.

Turut juga mendampingi dari pemerintah daerah Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih serta jajaran Forkopimda. Dalam kesempatan tersebut Erick mengatakan SPBT ini merupakan wujud kolaborasi antara Bank Mandiri dan Pertamina dalam program mendukung petani, terutama pada masa panen dan pascapanen, demi menciptakan skala usaha yang lebih besar dan mampu bersaing di pasar.

"Saya memuji kolaborasi antara Bank Mandiri dan Pertamina dalam pembentukan SPBT ini. Penggilingan beras ini tak hanya akan meningkatkan produktivitas petani untuk menghasilkan beras premium demi mewujudkan ketahanan pangan," ujar Erick.

Erick mengatakan SPBT ini akan menjadi milik petani Kebumen. Siapapun bisa menggunakan SPBT ini untuk meningkatkan kualitas beras petani. Ia berharap dengan sistem pengelolaan yang sudah modern bisa ikut membantu mensejahterakan petani di Kebumen.

"Jika korporasi besar bisa menjual produk dengan murah karena skala ekonomi yang besar atau bisa lebih efisien karena memproduksi dalam jumlah massal, maka kita juga bisa melakukan hal serupa bagi para petani kita. SPBT ini akan menjadi milik para petani dan masyarakat lokal (Kebumen)," jelasnya.

Sebagai informasi, SPBT ini dibangun sejak Arif Sugiyanto masih menjabat sebagai Wakil Bupati Kebumen 2020 lalu. Ia mengupayakan agar pemerintah pusat bisa membangun tempat penggilingan padi dengan sistem yang modern di Kebumen dan upaya itu akhirnya terwujud.

"Kami mewakili masyarakat Kebumen menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Menteri BUMN Erick Thohir serta dari Pertamina dan Bank Mandiri yang sudah memfasilitasi pembangunan RMU atau SPBT ini di Kebumen," kata Arif Sugiyanto.

"Bangunan ini adalah mimpi kami, dan harapan kami dari para petani di Kebumen yang ingin terus maju, ingin terus berkerja menanam dan mengahasilkan padi yang berkulitas untuk kehidupan dan kesejateraan. Dan hari ini bangunan ini sudah berdiri dan beroperasi. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih," tambahnya.

Diketahui SPBT Kutowinangun memiliki kapasitas produksi sebesar 3 ton/jam ini dikelola bersama antara PT Mitra Desa Kebumen yang sahamnya dimiliki Koperasi Migatani Lestari Mandiri dan beranggotakan petani-petani di Kebumen serta PT Mitra BUMDes Nusantara, anak perusahaan BUMN, yang mendukung kebutuhan modal kerja.

Fasilitas SPBT Kutowinangun ini juga dilengkapi toko yang menjual beragam pupuk dan kebutuhan sarana produksi pertanian. SPBT juga memfasilitasi program pembinaan budidaya tanam dengan smart and corporate farming, akses permodalan, bank gabah dan penyaluran dana bergulir.

"SPBT bisa membantu peningkatkan produksi beras dan kesejahtaraan hampir 170.000 petani di Kebumen. Pihak BUMN juga membantu pembelian hasil panen sampai penjualan premium. Mereka juga akan diberikan pelatihan dan pendampingan," imbuhnya.

Saat kunjungan tersebut, Erick Thohir melakukan penandatanganan prasasti peresmian SPBT di Kebumen bersama dua menteri lainnya. Arif berharap SPBT ini bisa diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

"Peresmiannya masih menunggu Presiden," pungkasnya.

(ncm/hns)