Duit Pemda yang Nganggur di Bank Tembus Rp 194 T, Paling Besar Jatim

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 24 Mei 2021 14:50 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan jumlah simpanan pemerintah daerah di bank tercatat mencapai Rp 194,54 triliun sampai 30 April 2021. Angka tersebut naik terus dari awal tahun ini.

Sri Mulyani mengatakan, jumlah simpanan daerah di bank sejak awal tahun mencapai Rp 133,50 triliun, lalu bertambah menjadi Rp 163,95 triliun di Februari, dan bertambah menjadi Rp 182,33 triliun di Maret, dan menjadi Rp 194,54 triliun di April 2021.

"Rekening pemerintah daerah pun masih meningkat. Jadi walaupun kita belum transfer penuh (DAU) pun mereka masih punya dana hampir mendekati Rp 200 triliun," kata Sri Mulyani dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi XI DPR, Senin (24/5/2021).

"Ini kita lihat bulan April 2021 Rp 194 triliun simpanan pemda di perbankan. Ini naik terus menerus semenjak dari bulan Januari Rp 133 naik ke Rp 163 triliun di Februari dan naik ke Rp 182 triliun di Maret dan sekarang Rp 194 triliun," tambahnya.

Peningkatan dana simpanan pemda di perbankan dari Januari-April ini tercatat Rp 61,04 triliun. Jika dibandingkan bulan Maret maka naik Rp 12,20 triliun atau 6,69%. Adapun, saldo rata-rata di akhir tahun selama 3 tahun terakhir sebesar Rp 96 triliun.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut simpanan pemda yang 'nganggur' di bank ini paling besar berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Sedangkan yang terendah adalah Kepulauan Riau.

"Kalau kita lihat daerah yang punya simpanan tinggi seperti Jatim hingga mencapai Rp 25 triliun, Jateng Rp 19 triliun dan Jabar Rp 18 triliun dan ini masih menjadi PR bagi kita. Tadi kalau ditanya sinkronisasi di mana APBN bekerja luar biasa keras dengan belanja membantu masyarakat, di daerah malah belum menjadi motor penggerak yang tinggi," ungkapnya.

(hek/ara)