Kementan Siapkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional, Apa Saja?

Nurcholis Maarif - detikFinance
Senin, 24 Mei 2021 19:01 WIB
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo memantau pengembangan sapi dan kerbau siap jual yang memiliki bobot di atas rata-rata di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Foto: Dok. Kementan
Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan lima program prioritas dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional untuk tahun anggaran 2022 mendatang. Salah satunya program spesifik untuk ketersediaan, akses, dan konsumsi pangan berkualitas.

"Rencana kerja pemerintah (RKP) pada tahun 2022 mengusung tema pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Untuk itu, kami merancang program dalam rangka mendukung upaya tersebut," ungkap Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono dalam keterangan tertulis, Senin (24/5/2021).

Saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI, Kasdi menjelaskan salah satu program yang dijalankan merupakan program spesifik, yaitu program yang merupakan teknis dan berfokus pada anggaran Kementan.

"Untuk program spesifik, kami akan menjalankan program ketersediaan, akses, dan konsumsi pangan berkualitas," sebut Kasdi.

Diungkapkannya, sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketersediaan, akses, dan konsumsi pangan berkualitas, Kementan akan menjaga keberlanjutan peningkatan produksi komoditas prioritas. Untuk setiap subsektor, Kementan telah memetakan sejumlah komoditas prioritas.

"Selain itu, kami akan melakukan pengembangan diversifikasi pangan lokal, menguatkan rantai pasok dan logistik pangan, penguatan food estate dan korporasi petani, mengembangkan smart farming, serta meningkatkan ekspor produk pertanian," jelas Kasdi.

Selain program spesifik, Kasdi juga menyebutkan Kementan akan menjalankan program lintas kementerian/lembaga (K/L). Program-program tersebut meliputi program nilai tambah dan daya saing industri, program riset dan inovasi iptek, program pendidikan dan pelatihan vokasi, serta program dukungan manajemen yang terkait dengan kesekretariatan.

"Untuk semua program lintas K/L ini anggaran tidak hanya berposisi di Kementan, tapi juga ada yang berposisi di kementerian atau lembaga lainnya," sebutnya.

(prf/hns)