Hasil Polling: Tuh Kan, Banyak yang Minta Sistem COD Dihapus

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 25 Mei 2021 10:06 WIB
Adab COD
Foto: Adab COD (Mindra Purnomo/tim infografis detikcom)
Jakarta -

Fenomena buyer e-commerce yang memaki kurir cash on delivery (COD) sedang marak terjadi. Dari banyak video yang viral, pembeli merasa barang pesanan online yang datang tidak sesuai dan ingin membatalkan pembelian itu.

Kurir sebagai pihak rekanan tentu tidak bisa menjelaskan permasalahan itu. Kurir hanya mengikuti aturan jika barang sudah diantar maka pembeli harus melakukan pembayaran.

Fenomena ini menimbulkan berbagai pandangan di media sosial. Ada yang menyalahkan si pembeli, ada yang menyalahkan si penjual dan ada juga yang berpandangan agar sistem COD dihapuskan karena banyak bikin masalah.

detikcom menggelar polling untuk melihat pendapat masyarakat terkait perlu tidaknya sistem COD dihapus. Hasilnya, ada 52 pembaca detikcom yang ikut berpartisipasi. Sebanyak 41 di antaranya mengaku setuju sistem COD dihapus, sementara sisanya ingin COD dipertahankan.

"literasi masyarakat msh kurang. COD yg sekarang berbeda dengan COD jaman sebelum ecommerce booming dan ini yang belum banyak diketahui. sementara bisa dihapus saja sebelum makin banyak korban," tulis akun Orang Ganteng di kolom komentar.

Dukungan lainnya datang dari Ridwan Luhur Pambudi.

"Sistem COD tidak relevan untuk e-commerce. Dalam e-commerce, baik barang COD atau Non-COD itu bisa dikembalikan jika tidak sesuai. Bahkan secara mekanisme COD, barang harus dibayar kalau kita cek isinya (buka packing). Lalu apa bedanya dengan non-COD? Semua sama-sama harus dibayar dulu. Jadi, pengamatan saya, fungsi COD ini cuma memperlambat dalam pembayaran saja. Sekarang, diperparah dengan kejadian yang tidak pantas, kadang merugikan kurir, kadang juga ada fake order COD yang merugikan penerima," katanya.

"Hapus, karna saya pun sebagai seller merasa konsumen indonesia belum paham sistem COD, dan dengan mudahnya menolak walau tidak marah marah mereka dpt menolak dengan alasan tidak ada uang, barang kami seller kan sudah jalan jalan, walaupun barang kembali barang yg dusnya asli apakah dijamin tidak rusak, dan juga andai it barang pesanan khusus, saat kembali jadi kami seller yg rugi," tambah akun Stephen Audric.

Sedangkan sebagian dari pembaca yang ingin mempertahankan sistem COD tetap ada juga punya pendapatnya sendiri.

"COD akan memastikan bahwa barang adalah benar benar milik penjual, selain itu akan memperlihatkan kualitas dan spesifikasi barang apakah sudah sesuai dengan yg disebutkan oleh penjual saat penawaran daring. Apabila ada pembeli yang batal membeli secara sepihak (bukan karena cacat barang), maka pihak penjual bisa memasukkan pembeli tersebut ke dalam daftar hitam untuk disampaikan ke komunitas penjual lainnya sebagai warning," tulis Baratadewa Sakti Perdana.

"COD Bs dipertahankan asal ada kekuatan Hukum bagi seller dan Kurir.. Karena selama ini yg menjadi masalah ada di pembeli yg seenaknya klik order tp mengembalikan paket seenaknya dengan alasan gk jelas.. tidak order lah ,tidak sesuai lah, tidak mau terima paket dsb nya... Harus nya pembeli asal2an bs langsung dilaporkan pihak berwajib," tambah coboy_jalanan.

Lihat Video: Tak Perlu Marahi Kurir kalau Barang COD Nggak Sesuai

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)