ADVERTISEMENT

3 Alasan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal-II Bisa Ngegas ke 7%

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 25 Mei 2021 17:23 WIB
Bank Dunia memprediksi laju pertumbuhan ekonomi RI tumbuh 4,4% di tahun 2021. Hal itu didasarkan pada peluncuran vaksin yang efektif pada kuartal pertama 2021.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2021 akan lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan pada pertumbuhan ekonomi bisa berada di kisaran 6,5% - 7%.

"Kuartal II 2021 kami perkirakan 6,5% tapi polanya bisa 7% bahkan melihat data-data terakhir bisa lebih dari 7%," kata dia dalam konferensi pers, Selasa (25/5/2021).

Apa saja faktor yang mendukung prediksi tersebut? Perry menjelaskan, pertama, karena adanya kenaikan ekspor. Kedua, investasi non-bangunan yang didukung belanja fiskal.

Ketiga, kenaikan pembiayaan dan perbaikan atau peningkatan konsumsi pemerintah.

"Kemudian kami sampaikan secara keseluruhan BI perkirakan 2021 kisaran Proyeksi 4,1-5,1%," jelas Perry.

Sebelumnya, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal II tembus 7%. Bahkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut ekonomi pada kuartal tersebut bisa mencapai 7,1% hingga 8,3%

"Proyeksi, Kementerian Keuangan di kuartal II antara 7,1% sampai 8,3%," kata Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani tingginya angka proyeksi pertumbuhan ekonomi karena beberapa faktor pemulihan ekonomi telah menunjukkan perkembangan yang luar biasa pada periode April hingga Mei ini.

Simak Video: Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,2%-5,8% Tahun 2022

[Gambas:Video 20detik]



(kil/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT