Keuangan 'Berdarah-darah' Bikin Giant Menyerah

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 25 Mei 2021 18:15 WIB
Giant Hypermarket
Foto: Dok. Giant
Jakarta -

PT Hero Supermarket Tbk (HERO) memastikan akan menutup seluruh gerai Giant hingga Juli 2021. Penutupan ini sebagai bagian strategi bisnis perusahaan. Sebagai gantinya, perusahaan akan memfokuskan bisnisnya ke merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket.

Presiden Direktur Hero Supermarket, Patrik Lindvall menilai, merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Giant.

"Seperti bisnis mumpuni lainnya, kami terus beradaptasi terhadap dinamika pasar dan tren pelanggan yang terus berubah, termasuk menurunnya popularitas format hypermart dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia," kata Patrik dalam keterangan resminya yang dikutip, Selasa (25/5/2021).

Jika dilihat dari kinerja keuangan, emiten berkode HERO ini mengalami kerugian hingga Rp 1,2 triliun sepanjang tahun 2020. Torehan kerugian ini jauh lebih parah dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp 33,18 miliar.

Sepanjang 2020 HERO hanya berhasil mengantongi pendapatan bersih Rp 8,89 triliun. Angka itu turun dibandingkan tahun sebelumnya Rp 12,18 triliun.

Beban pokok pendapatan sebenarnya turun dari Rp 8,73 triliun di 2019 menjadi Rp 6,49 triliun. Namun beban usaha naik dari Rp 3,49 triliun menjadi Rp 3,55 triliun.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Lihat Video: Ritel Berguguran, 6 Gerai Giant Dikabarkan akan Tutup

[Gambas:Video 20detik]