Mentan: Pertanian Menunjang Ekonomi Indonesia

Nadhifa Sarah Amalia - detikFinance
Selasa, 25 Mei 2021 22:41 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo
Foto: Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan pertanian adalah sektor strategis dan menjadi salah satu pilar kekuatan negara. Dengan begitu tata kelola pertanian di suatu desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi yang baik akan menghadirkan ketahanan pangan yang kuat.

Menurut Mentan SYL, ketika 34 provinsi yang ada di Indonesia memiliki ketahanan pangan yang kuat, maka akan berdampak pada kepentingan ekonomi nasional. Pertanian disebut tidak hanya soal perut dan makan.

"Pertanian juga erat kaitannya dengan lapangan kerja yang ada di depan mata. Pertanian menunjang ekonomi Indonesia," ungkap SYL, dalam keterangan tertulis, Selasa (25/05/2021).

Hal itu Ia ungkapkan saat menjadi narasumber bersama Menteri Perdagangan, M. Luthfi pada acara Indonesia Food Summit (IFS) 2021, di Jakarta, Selasa (25/5).

Selama pandemi COVID-19, sektor pertanian merupakan satu di antara tujuh sektor yang terus tumbuh positif selama tahun 2020. Bahkan pada triwulan ke-1 tahun 2021, tumbuh mencapai 2,95 persen. Bukan hanya itu saja, sektor pertanian juga menyerap 30% dari tenaga kerja Indonesia.

Indonesia yang beriklim tropis dengan lebih dari 17 ribu pulau menurut Mentan SYL adalah kekuatan pertanian yang besar.

"Tapi dibalik kekuatan itu, kalau melihat tantangan dan masalah, pastilah ada, sampai kapanpun tidak akan berakhir," ungkapnya.

SYL mengaku beberapa waktu yang lalu, Ia bersama jajarannya di Kementerian Pertanian sudah mulai menata. Melalui arahan Presiden Joko Widodo, mereka harus hand to hand, bekerja sama, dan tidak boleh kerja sendiri. Dengan begitu, Mentan bersama Mendag sepakat untuk berjalan bersama.

"Saya mengamankan hulu-nya, melakukan budidaya dan produksi sementara hilir digarap oleh Mendag," jelas SYL.

Bukti nyata kerja bersama itu menurutnya adalah bagaimana pasokan dan harga bahan pangan pokok ketika bulan suci Ramadhan dan menjelang Ramadhan.

"Ramadhan biasanya sebagai peak moment konsumsi komoditas pertanian. Saya jaga produksi-nya, Pak Mendag jaga stabilitas harga, sesuai arahan Bapak Presiden untuk menjaga Ramadhan dan Idul Fitri agar menjadi momen yang terbaik. Dan, Alhamdulillah, gejolak seperti apa pun bisa kita atasi bersama," pungkasnya.

IFS 2021 diselenggarakan oleh Media Group News yang diikuti oleh para kepala daerah, akademisi, pegiat LSM, mahasiswa, dan petani sebagai wadah untuk mengurai berbagai permasalahan pangan di Indonesia.

(ega/hns)