Setelah Angkat Driver Jadi Karyawan, Uber Akui Serikat Pekerja

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 28 Mei 2021 09:41 WIB
Ilustrasi Uber
Foto: Reuters
Jakarta -

Uber akhirnya mengakui keberadaan serikat pekerja untuk pertama kalinya. Dengan begini seluruh pekerja dapat memenangkan haknya dan mencapai kehidupan yang lebih baik.

GMB, serikat pekerja terbesar di Inggris sekarang dapat mewakili hingga 70.000 pengemudi di seluruh Inggris Raya. Demikian pernyataan bersama dari serikat pekerja dan perusahaan tersebut.

"Kesepakatan terobosan antara GMB dan Uber ini bisa menjadi langkah pertama menuju kehidupan kerja yang lebih adil bagi jutaan orang. Kami sekarang meminta semua operator lain untuk mengikutinya," kata Pejabat Nasional GMB, Mick Rix dikutip dari CNN, Jumat (28/5/2021).

Menurut GMB, Uber adalah satu-satunya operator taksi swasta besar yang menawarkan perlindungan ini dibanding layanan berbasis aplikasi lainnya seperti Bolt dan Ola.

"Kami selalu sepakat bahwa pengemudi harus diutamakan, dan hari ini kami telah mencapai kesepakatan penting ini untuk meningkatkan perlindungan pekerja," kata Manajer Umum Regional Uber untuk Wilayah Utara dan Timur Eropa, Jamie Heywood.

Langkah untuk mengakui serikat pekerja tersebut dilakukan setelah Uber mengklasifikasi ulang pengemudinya sebagai pekerja di bawah Undang-undang (UU) Ketenagakerjaan Inggris pada bulan Maret. Keputusan ini membuat pengemudi mendapat perlindungan yang lebih besar dan haknya atas upah minimum, waktu liburan yang dibayar dan pensiun.

Keputusan itu mengikuti Mahkamah Agung (MA) Inggris bahwa pengemudi Uber harus diklasifikasikan sebagai pekerja dan bukan kontraktor independen. Uber mengatakan awal bulan ini telah menyiapkan US$ 600 juta untuk menangani perubahan ini, yang tidak berlaku untuk pengendara dan pengemudi Uber Eats.

(aid/fdl)