Perajin Tahu Tempe Mogok 3 Hari!

Wisma Putra - detikFinance
Jumat, 28 Mei 2021 19:15 WIB
Perajin tahu dan tempe di Ciamis perkecil ukuran imbas mahalnya harga kedelai
Ilustrasi perajin tahu tempe/Foto: Dadang Hermansyah
Bandung -

Ratusan perajin tahu dan tempe mogok produksi selama tiga hari. Catatan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, ada sekitar 439 perajin tahu tempe di Kota Bandung.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, hampir seluruhnya perajin tahu dan tempe khususnya di kawasan Cibuntuk melakukan mogok produksi.

"Semua rata-rata tutup," kata Yana usai mengunjungi Pabrik Tahu Telaga Yun Sen yang masih melakukan produksi di Jalan Sudirman, Kota Bandung, Jumat (28/5/2021).

Menanggapi soal ratusan perajin tahu dan tempe mogok produksi Yana menyebut, kedelai bukan tidak ada stok dari distributor. Pasokan aman, tapi harganya melambung.

"Stok kedelai ada, cuman harganya, kelihatan harganya liat trend global, di luar negeri itu kecenderungan harganya naik, karena Amerika sebagai penghasil kedelai dunia sedang tidak panen," sebutnya.

"Memang berdasarkan informasi ada pesanan dari Cina ke Amerika itu sangat banyak. Sehingga harga global naik," tambahnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah mengatakan, kebutuhan kedelai di Kota Bandung sebanyak 8 ribu ton per bulannya.

Elly mengatakan, 439 perajin tahu dan tempe itu 410 perajin berasal dari Sentra Tahu Cibuntu dan sisanya 29 perajin berasal dari luar wilayah Cibuntu.

"Cibuntu tutup semua. 439 perajin itu, 410 dari Cibuntu dan 29 diluar Cibuntu," ujarnya.

Elly menuturkan, setelah mogok selama tiga hari ini, perajin tahu dan tempe berencana akan menaikkan harga, Senin mendatang.

"Sudah dengan Paguyuban (pertemuan), kebetulan Pak Sekdis, kami imbau jangan mogok, tapi mogok ini ditunjukkan untuk memberitahukan kepada konsumen ada kenaikan harga setelah mogok ini, lebih ke arah bentuknya tetap tapi harganya naik Rp 500 rupiah per bungkus atau 10-15 persen," jelasnya.

"Karena kalau diperkecil harganya tetap itu lebih tidak efektif karena harus bikin cetakan dan kemasan, mereka memilih berdasarkan kesepakatan, ukuran tetap harga dinaikkan. Mulai hari senin naik," ujarnya.

Meski ada perajin yang mogok, tapi masih ada juga yang produksi. Langsung klik halaman berikutnya.