RI Targetkan Vaksinasi COVID-19 15.000 Pelaut, Ini Realisasinya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 29 Mei 2021 13:30 WIB
Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia terus dilakukan meski di bulan puasa. Diketahui, 11 juta warga Indonesia telah menerima dosis pertama vaksin Corona.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indonesia merupakan salah satu negara yang fokus pada proses vaksinasi pelaut. Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Capt. Hermanta menjelaskan jika Indonesia memperhatikan penuh program vaksinasi bagi pelaut.

Hal ini termasuk regulasi nasional tentang vaksinasi COVID-19 mulai dari peraturan di tingkat presiden dan menteri hingga petunjuk teknis keputusan Dirjen Perhubungan Laut.

"Di Indonesia, vaksinasi pelaut menjadi perhatian khusus Kementerian Perhubungan. Kami berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Satgas Penanganan COVID-19 dalam pelaksanaan vaksinasi untuk pelaut, termasuk program vaksinasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat," kata dia dalam keterangannya, Jumat (28/5/2021).

Hermanta menjelaskan pelaksanaan vaksinasi pelaut sudah dimulai lebih awal di Bali di mana Gubernur Bali menghimbau para pelaut untuk mendaftar ke pemerintah atau melalui serikat pelaut Indonesia secara gratis untuk dimasukkan ke dalam daftar vaksin prioritas dari total target sebanyak 15.000 pelaut pada akhir 2021.

Adapun hingga tanggal 6 Mei 2021, sebanyak 8.123 vaksinasi telah diberikan di mana total 1.487 orang sudah mendapatkan suntikan dosis kedua sehingga pelaut yang mengikuti program pertama sudah divaksinasi lengkap. Program ini pun masih berjalan menyesuaikan kebutuhan para pelaut.

Di level internasional, dalam Pertemuan ke-103 the Maritime Safety Committee, Indonesia mendukung draft Resolusi terhadap Rekomendasi untuk Mempriortiaskan Program Vaksinasi bagi Pelaut.

"Untuk mempublikasikan pelaksanaan vaksinasi bagi pelaut di media sosial, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah merumuskan Tagline INDONESIAN HEROES yang merupakan singkatan dari Indonesian Healthy and Ready Onboard Seafares, agar pelaksanaannya dapat tersosialisasi lebih luas kepada masyarakat," jelas Hermanta.

Dia mengungkapkan jika di Indonesia, pelaut adalah pekerja kunci. "Berawal dari Pernyataan Bersama pada pertemuan The International Maritime Virtual Summit on Crew Changes tanggal 9 Juli 2020, Indonesia mengakui pentingnya peran pelaut sebagai tulang punggung perekonomian," ujar Hermanta.

Indonesia telah memfasilitasi pergantian awak kapal dan repatriasi pemulangan pelaut sejak 24 April 2020. Hingga saat ini, Indonesia telah memfasilitasi crew change sebanyak 6.563 pelaut, dan memfasilitasi pemulangan Pekerja Migran Indonesia sebanyak 57.142 orang.

Pada kesempatan tersebut Indonesia juga memaparkan tentang program vaksinasi nasional bagi pelaut, termasuk berbagai regulasi nasional tentang vaksinasi COVID-19 mulai dari peraturan di tingkat Presiden dan Menteri hingga Petunjuk Teknis Keputusan Dirjen Perhubungan Laut.

Pertemuan yang dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 27-28 Mei 2021 ini diikuti oleh 9 negara ASEAN, 3 dialogue partners (FASA, Korea Selatan, dan China), serta ASEAN dan IMO sebagai badan agensi khusus PBB. Turut hadir sebagai Delegasi Indonesia antara lain perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Luar Negeri, serta delegasi dari Kementerian Perhubungan.

(kil/ara)