Survei Mandiri Institute: 80% UMKM Kembali Beroperasi Normal

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Sabtu, 29 Mei 2021 14:04 WIB
Beberapa UMKM fashion di indonesia justru mampu bertahan di saat pandemi karena memaksimalkan strategi pemasaran digital untuk pemasaran.
Foto: Dok. Torch
Jakarta -

BLT Dana Desa dinilai berdampak besar pada pemulihan ekonomi desa. Menurut Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono, program BLT Dana Desa tersebut sangat membantu mendorong konsumsi masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19 berkepanjangan.

"Ketika perekonomian melemah akibat COVID-19, satu-satunya yang bisa diharapkan memang stimulus keuangan yang merupakan kebijakan pemerintah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/5/2021).

Teguh melihat bahwa masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah yang menjadi sasaran BLT Dana Desa ini berbelanja di komunitas lokal sehingga berdampak baik pada UMKM. Di sisi lain, program PEN juga mendukung sisi suplai lewat bantuan kepada UMKM melalui bantuan usaha mikro yang menyeimbangkan neraca suplai dan demand di masa pandemi.

"(Berdasarkan) survei Mandiri Institute pada Maret-April 2021, 80% UMKM kita telah kembali beroperasi secara normal. Sebelumnya di awal pandemi hanya 33% yang beroperasi secara normal. Saya kira ini dampak positif dari program-program stimulus yang diberikan pemerintah," imbuhnya.


Sementara itu, Direktur Rumah Reformasi Kebijakan yang juga Pengamat Kebijakan Publik Riant Nugroho menyatakan apapun bantuan pemerintah di pedesaan, tidak semata diukur dari besarannya saja tapi dampaknya kepada masyarakat.

"Sehingga kalau kita bisa gali lebih jauh lagi, sebenarnya potensi pedesaan untuk menjadi panglima ekonomi di masa COVID-19 sangat besar," jelas Riant.

Diketahui pencairan BLT Dana Desa, pada Januari 2021 sudah tersalurkan Rp 1,28 triliun dengan penerima manfaat lebih dari 4,27 juta keluarga. Di Februari 2021 sudah tersalurkan ke 2,8 juta penerima manfaat dengan total dana tersalurkan mencapai Rp 850 miliar.

Pada bulan Maret 2021 sudah dicairkan sebesar Rp507 miliar kepada 1,6 juta penerima manfaat. Kemudian pada April sudah tersalurkan Rp 294 miliar kepada 980 ribu penerima manfaat. Dan pada Mei 2021 sudah dicairkan Rp 159 miliar kepada 531 ribu penerima manfaat.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan pemangku kepentingan lain memastikan akan terus mengawal penyaluran BLT Dana Desa agar tersampaikan kepada masyarakat yang memenuhi syarat penerima bantuan.

Menurut Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Dana Desa, Kemendes PDTT Luthfy Latief, pada tahun 2021 ini, melalui Permendesa PDTT 13/2020. realokasi anggaran Dana Desa di titik beratkan pada tiga hal, yang salah satunya mencakup pemulihan ekonomi nasional.

"Di antaranya pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan desa, mendukung program prioritas nasional sesuai kewenangan desa, serta adaptasi kebiasaan baru melalui sosialisasi pencegahan dan penanggulangan COVID-19 di tingkat desa. Khusus untuk BLT Dana Desa masuk pada prioritas pertama tadi," jelasnya.

Adapun, kata dia, sasaran penerima BLT Dana Desa ini merupakan masyarakat desa yang masih membutuhkan bantuan ekonomi seperti masyarakat yang kehilangan mata pencaharian akibat COVID-19, serta masyarakat yang belum terdata pada kelompok penerima bantuan sosial lainnya, dan masyarakat yang memiliki anggota keluarga dengan sakit kronis.

(akd/hns)