Rapat Perdana di DPR Sebagai Menteri, Bahlil Ungkap Bedanya dengan Kepala BKPM

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 31 Mei 2021 14:57 WIB
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Bahlil Lahadalia hari ini melakukan rapat kerja pertama kali sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Komisi VI DPR RI. Dia diminta untuk memaparkan program kerjanya dan realisasi investasi sampai Mei 2021.

Rapat dimulai sekitar pukul 14.30 WIB. Rapat dibuka dan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Mohamad Hekal.

"Rapat kerja hari ini ditandatangani oleh 30 anggota. Maka berkenan rapat kita buka dan terbuka untuk umum," katanya saat membuka rapat di Ruang Rapat Komisi VI DPR RI, Senin (31/5/2021).

Hekal meminta Bahlil menjelaskan apakah dirinya cukup disebut Menteri Investasi saja atau tetap perlu menggunakan Kepala BKPM. Bahlil pun meminta agar dirinya bisa disebut Menteri Investasi/Kepala BKPM.

"Berdasarkan pertanyaan tadi apakah cukup dengan Menteri Investasi atau juga perlu Kepala BKPM, saya pikir dua-duanya karena di kementerian itu tidak ada fungsi koordinasinya, yang ada di BKPM. Jadi kami ini kiri-kanan oke," tuturnya.

Bahlil menjelaskan dengan naik level menjadi Menteri Investasi, ke depan dirinya sudah bisa membuat regulasi yang mengatur tata kelola investasi di tanah air. "Jadi regulasi iya, kita koordinasikan, kita eksekusi juga. Sebelumnya koordinasi saja terus, sampai kapan pun koordinasi terus selama itu nggak dibuat perubahannya nggak bisa. Jadi regulasi, koordinasi, eksekusi," bebernya.

Selain itu, Bahlil menyebut saat ini ada penambahan dua deputi yakni Deputi Investasi Bidang Hilirisasi Strategis untuk meningkatkan nilai tambah dan Deputi Tentang Teknologi Informasi Penanaman Modal yang akan mengcover urusan Sistem Online Single Submission (OSS).

"Sebelumnya itu ada 6 deputi. Kita akan membuat roadmap hilirisasi sumber daya alam kita. 20 tahun perikanan kita mau jadi seperti apa, sumber daya alam kita yang lain pun demikian. Jadi kita akan melakukan koordinasi, sinkronisasi, dan penetapan dengan kementerian teknis," bebernya.

"Ada 13 eselon II dan awalnya ada komite sekarang komitenya sudah dibubarkan menjadi kelompok ahli," tambahnya.

Tonton juga Video: Jadi Menteri Investasi, Bahlil: Kita Kawinkan Pengusaha Besar-UMKM

[Gambas:Video 20detik]




(aid/fdl)