Lockdown, Mal Hingga Pabrik Malaysia Ditutup Mulai Besok

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 01 Jun 2021 10:33 WIB
Pengadilan memutuskan umat Kristen di Malaysia boleh gunakan kata Allah untuk menyebut Tuhan
Foto: BBC World
Jakarta -

Pemerintah Malaysia akan menutup pengoperasian pusat perbelanjaan atau mal dan pabrik usai adanya keputusan lockdown nasional akibat penyebaran dan peningkatan kasus COVID-19 yang semakin gawat.

Penutupan itu berlaku selama dua minggu terhitung pada tanggal 1 Juni 2021, atau besok.

Mengutip The Straits Times, Senin (31/5/2021), pergerakan masyarakat akan sangat dibatasi salah satunya hanya untuk radius 10 km dari tempat tinggal atau rumahnya. Pergerakan ini pun hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti membeli bahan makanan, obat-obatan, dan layanan penting seperti kesehatan dan perbankan.

Menteri Keamanan Malaysia, Ismail Sabri Yakob mengatakan, hanya 17 sektor yang diizinkan selama lockdown diberlakukan. Kebijakan ini sama seperti lockdown pada Maret dan Mei tahun 2020.

Kegiatan ekonomi yang tetap diperbolehkan beroperasi antara lain usaha makanan dan minuman, utilisasi, transportasi, perbankan, e-commerce, dan sektor komunikasi meliputi media, telekomunikasi, dan jasa pos.

Semua sektor yang diperbolehkan tetap beroperasi ini, hanya berlaku mulai dari pukul 08.00 pagi sampai pukul 08.00 malam waktu sekitar.

"Tidak ada jam malam, tapi saya berharap tidak ada orang di luar setelah jam 8 malam, karena tidak akan ada kegiatan ekonomi setelah waktu itu," kata Ismail.

Dengan keputusan lockdown dan menutup sebagian besar sektor ekonomi akan mengurangi jumlah pergerakan orang khususnya yang meninggalkan rumah untuk bekerja. Diperkirakan jumlahnya hanya menjadi 1,5 juta orang dari 15 juta.

Sebagian besar pabrik di sektor manufaktur akan ditutup, kecuali pabrik makanan dan minuman, produk kesehatan. Namun, sektor tersebut hanya dibatasi dengan kapasitas pegawai sebesar 60% dan jam operasinya sesuai yang ditetapkan.

(hek/dna)