Biar Work From Bali Nggak Was-was, Pemprov Kerja Keras Tekan COVID

Sui Suadnyana - detikFinance
Selasa, 01 Jun 2021 17:26 WIB
Pandemi COVID-19 berdampak hebat pada sektor perekonomian-pariwisata Bali. Meski ekonominya babak belur, wisatawan tetap bisa nikmati indahnya Pulau Dewata ini.
Foto: Dana Aditiasari
Denpasar -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bakal 'jemput bola' ke berbagai kementerian dan BUMN dalam merealisasikan pelaksanaan program work from Bali. Program ini diharapkan dapat terlaksana dalam rangka pemulihan pariwisata di Pulau Dewata.

"Dalam upaya itulah kita akan melakukan road show istilahnya. Tyang (saya) bersama dengan Karo Litbang di Provinsi Bali, kemudian dari Bappeda dua orang, kemudian dari lembaga asosiasi pariwisata dari forum MICE kita, itu akan berangkat ke Jakarta besok pagi," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa saat dihubungi detikcom, Selasa (1/6/2021).

Menurut Astawa, road show itu dilakukan secara simultan dengan mendatangi berbagai kementerian dan BUMN untuk mempromosikan work from Bali. Road show dilakukakan sebagai tanda bahwa Bali siap menerima kehadiran para kementerian dan BUMN untuk bekerja dari Pulau Dewata.

"Bahwa kita serius gitu lho menerima kehadiran mereka. Kita akan jelaskan di sana bahwa kasus COVID-19 (di Bali) sudah mulai melandai," kata mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali itu.

Penurunan kasus COVID-19 dilakukan dengan berbagai upaya, seperti vaksinasi; standardisasi dan pengawasan prokes; serta pembentukan zona hijau (green zone). Pembentukan green zone tersebut juga ditiru oleh berbagai obyek wisata yang lainnya di Bali.

"Sehingga upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemprov itu sampai saat sudah menunjukkan penurunan angka COVID-19. Hal-hal seperti ini kan perlu kita yakinkan wisatawan-wisatawan kita itu untuk bisa staycation sambil bekerja di Bali. Jadi itu yang dimaksud work from Bali," tutur Astawa.

Menurut Astawa, kementerian mempunyai beberapa deputi, direktur hingga eselon III. Ia berharap, para pejabat di kementerian itu bakal melakukan aktivitasnya seperti pertemuan, pelatihan hingga bimtek secara berkelanjutan di Pulau Dewata.

"Itu yang akan kita sampaikan untuk meyakinkan mereka bahwa Bali butuh kehadiran mereka," jelas Astawa.

Astawa menjelaskan, program work from Bali ini dikoordinir oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dengan melibatkan kementerian di bawahnya. Sehingga total ada tujuh kementerian serta 10 BUMN yang bakal melakukan work from Bali.

Berbagai kementerian itu di antaranya Kementerian Negeri dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

(dna/dna)