Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tumbang Kena Pandemi, Ini Jurus Sandiaga

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Selasa, 01 Jun 2021 21:34 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan pandemi membuat sektor pariwisata dan juga pelaku usaha ekonomi kreatif untuk berinovasi dalam menghadapi tantangan tersebut.

"COVID-19 memaksa kita untuk meningkatkan keterampilan bukan hanya di bidang jual online tetapi juga membuat konten kreatif untuk memasarkan produk-produk kita," ujar Sandiaga dalam diskusi dengan pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Cirebon dalam keterangannya, Selasa (1/6/2021).

Sandiaga memastikan agar program pemerintah di bawah kementriannya memberikan keadilan bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Pemerintah dan saya akan memastikan kementrian saya hadir dengan kebijakan yang berkeadilan untuk menyentuh masyarakat yang membutuhkan program-program yang tepat sasaran tempat manfaat tepat waktu untuk sektor pariwisata dan pelaku usaha ekonomi kreatif," paparnya.

Sandiaga berkeyakinan dengan 3G para pelaku usaha ekonomi kreatif di wilayah Cirebon akan segera bangkit, "Kita harus terus melakukan inovasi kolaborasi adaptasi dan kolaborasi kita juga harus lakukan tiga G yaitu (gercep) gerak cepat, (geber) gerak bersama dan (gaspol) garap semua potensi," Pungkasnya.

Sandiaga menyatakan para pelaku usaha ekonomi kreatif membutuhkan pembinaan dan akses permodalan.

"Para pelaku ekonomi kreatif memiliki suatu kebutuhan yang sama yaitu untuk diberikan pelatihan dan pendampingan dan juga akses permodalan ini yang akan kita bantu dengan program-program kemanprekraf untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya," tuturnya.

Lebih lanjut, Sandiaga meminta pemerintah daerah setempat untuk membantu memetakan para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi COVID-19 untuk segera didata. Dengan begitu, bantuan akan tepat sasaran.

"Kami melakukannya melalaui dana hibah pariwisata dan provinsi Jabar khususnya ciayu maja kuning ini kita sedang petakan kita butuh dukungan dari pemrov dan Pemkab dan Pemko untuk memberikan data-data terkini agar Pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif ini bisa diberikan sentuhan dana hibah," jelasnya.

Sementara itu, salah satu pelaku usaha ekonomi kreatif, Qimano Milk Puding, Novi mengaku pada kesempatan kali ini bersyukur dapat mempromosikan produknya. Apalagi kedatangan Sandiaga menambah motivasi untuk terus bertahan.

"Alhamdulillah senang bisa didatangi pak menteri, bisa ngobrol sama pak menteri ngobrol tentang mulai dari produksi bagaimana pemasaranya. Harapanya bisa berkembang lebih jauh dan saya datang ke acara ini sebagai media promosi juga. Produk yang jual harganya mulai dari Rp 10 ribu sampai dengan Rp 15 ribu," ucapnya.

Dalam kegiatan ini, Sandiaga disambut dengan tarian rama sinta dari sangar tari dewi sekar arum, tarian tersebut merupakan simbol ucapan selamat datang, dengan diiringi gamelan dari manungaling Budaya.

Usai disambut tarian, Sandiaga melihat satu persatu stand para pelaku usaha ekonomi kreatif baru kemudian melihat dan bercengkrama dengan beberapa seniman asal cirebon jawa barat.

Pelaku usaha ekonomi kreatif di wilayah cirebon diantaranya, untuk sektor makanan Ketan Gurih Nyona Lany, Madu Kuningan milik Amaar Thohir, Qimano Milk Puding milik Novi Dwi Yanti, Bawang Goreng Gurih Mamah Rosi milik Rosyyani, Rengginang Kidal Bidang kerajinan tangan Lukisan Kaca, Nisya Batik.

Kemudian beberpa Seniman yang hadir dalam acara tersebut yaitu Pengukir Kayu Sukardi, Seniman Pelukis Kaca Kusdono Rastika, Seniman Pemahat Topeng Rasuki.

Seniman Pelukis Kaca Kusdono memberikan cinderamata dengan judul lukisan Shangyang Uno berjenis lukisan klasik ukuran 40x50 Cm dilukis pada media kaca.

Sebagai gambaran, terdapat lukisan wajah Sandiaga Uno dengan disampingi tokoh wayang Sangyang Ismaya maksud dari lukisan tersebut yaitu sosok Sandiaga memiliki sifat yang sama dengan tokoh pewayangan tersebut yaitu menyukai seni dan budaya.

(ara/dna)