Ngeri! Pabrik Daging Terbesar Dunia Kena Serangan Siber

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 02 Jun 2021 09:07 WIB
Ilustrasi penipuan online
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Produsen daging terbesar di dunia, JBS USA mengalami serangan siber pada Senin (1/6). Serangan itu memengaruhi server hingga jaringan komputernya terpaksa tutup di Amerika Utara dan Australia.

"Perusahaan tidak mengetahui bukti apa pun saat ini bahwa data pelanggan, pemasok, atau karyawan telah dikompromikan atau disalahgunakan sebagai akibat dari situasi tersebut," kata JBS dikutip dari CNN, Rabu (2/6/2021).

"Penyelesaian insiden akan memakan waktu, yang dapat menunda transaksi tertentu dengan pelanggan dan pemasok," tambahnya.

JBS USA adalah bagian dari JBS Foods, sebagai salah satu perusahaan makanan terbesar di dunia. Berdasarkan situs webnya, mereka beroperasi di 15 negara dan memiliki pelanggan di sekitar 100 negara.

Mereknya termasuk Pilgrim's, Great Southern dan Aberdeen Black. JBS mengatakan sedang bekerja merespons insiden untuk memulihkan sistemnya sesegera mungkin.

Gedung Putih membahas serangan itu selama konferensi pers. Wakil Sekretaris Utama Pers Karine Jean-Pierre mengatakan JBS adalah korban serangan ransomware dari organisasi kriminal yang kemungkinan berbasis di Rusia. Saat ini pihaknya sedang berurusan dengan pemerintah Rusia.

Jean-Pierre mengatakan Presiden Joe Biden juga telah mengarahkan pemerintahannya untuk menentukan bagaimana mengurangi dampak pada pasokan daging nasional, bersama dengan USDA.

Simak juga video 'BSSN Deteksi 495 Juta Serangan Siber di Indonesia Pada 2020':

[Gambas:Video 20detik]



(aid/fdl)