NTP & NTUP Naik, Kementan: Pertanda Baik bagi Kesejahteraan Petani

Angga Laraspati - detikFinance
Rabu, 02 Jun 2021 17:36 WIB
Petani panen padi
Foto: Imam Suripto/detikcom
Jakarta -

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri angkat bicara soal Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2021 yang mencapai 103,39% atau naik 0,44% (m to m). Menurutnya, fenomena tersebut menjadi indikator kesejahteraan petani yang membaik dan konsisten.

Kuntoro mengatakan bila pada tahun-tahun yang lalu tren data NTP dan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) selalu menurun pada pertengahan tahun.

"Tahun 2020 lalu, nilai NTP hanya 99,47 dan menjadi titik terendah. Nilai di bawah 100 ini biasanya bertahan hingga bulan Agustus. Namun pada tahun 2021 ini nilainya cenderung linier dan tinggi di atas 102 sejak Oktober 2020," jelas Kuntoro dalam keterangan tertulis, Rabu (2/6/2021).

Sedangkan untuk NTUP, kurva kenaikan juga terjadi dari bulan ke bulan. Misalnya untuk Maret 2020 angkanya hanya sebesar 102,90, sedangkan pada Maret 2021 mencapai 103,87. Demikian juga dengan angka pada April 2020 yang hanya 101,13, sedangkan April 2021 naik 103,54.

"Dan sekarang angka NTUP di Bulan Mei 2021 mencapai 104,04 atau lebih tinggi dibanding Mei 2020 yang hanya 100,16," katanya.

Kuntoro menyebut konsistennya nilai NTP dan NTUP yang tinggi, menjadi bukti sektor pertanian di tengah pandemi COVID-19 selalu bertumbuh. Kebijakan dan intervensi Kementerian Pertanian dari hulu hingga hilir membuahkan hasil yang positif.

Menurutnya, Mentan Syahrul Yasin Limpo juga mendudukkan kebijakan dengan menjaga keseimbangan intervensi hulu dan hilir.

"Pemerintah menjaga di hulu dengan penyediaan bibit dan alsintan yang tepat. Sedangkan di hilir kebijakan stabilisasi stok dan harga, dimainkan dengan baik di lapangan," lanjutnya.

Intervensi ini, lanjut Kuntoro, dilakukan pemerintah agar petani terjaga semangatnya untuk terus menyediakan pangan bagi 273 juta rakyat Indonesia. Begitu pula, dukungan kuat dari seluruh Pemda dan pelaku usaha yang bergerak di sektor pertanian.

"Capaian yang sangat membanggakan karena dari bulan ke bulan NTP dan NTUP di mana sepanjang 2021 terus melesat. Ini pertanda baik bagi indikator kesejahteraan petani," katanya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Setianto mengatakan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2021 mengalami kenaikan tinggi, yakni sebesar 103,39 persen atau naik 0,44 persen (m to m).

Setianto menjelaskan kenaikan NTP terjadi karena indek yang diterima petani, yaitu sebesar 0,66% mengalami kenaikan lebih besar dari pada indek yang dibayarkan petani yang hanya 0,21%. Adapun komoditas yang dominan dalam mempengaruhi kenaikan indeks tersebut adalah kelapa sawit, sapi potong, jagung, ayam ras pedaging, kentang, gabah, petai, ayam kampung dan cengkeh.

(akn/hns)